Sukabumi, Expose.Web.id – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengungkapkan tingkat keterisian pasar dilembursitu kota Sukabumi masih rendah. Dari total 53 kios, baru 34 yang terisi pedagang, sementara los hanya satu dari 26 unit dan empat kios yang benar-benar beroperasi setiap hari.
Suasan pasar masih terlihat sepi peminat,meski berbagai upaya telah dilakukan.Salah satunya dengan menggratiskan sementara biaya sewa lapak bagi pedagang sebagai stimulus awal untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Para pedagang berharap angkutan umum sudah masuk ke area pasar, sedangkan pihak angkutan menunggu fasilitasnya dilengkapi terlebih dahulu”
Sebagai solusi, Pemkot Sukabumi bersama pihak terkait mendorong angkutan umum untuk mulai melintasi kawasan pasar, bersamaan dengan pemenuhan fasilitas pendukung seperti penunjuk arah, kanopi, dan sarana bagi penumpang. Strategi lain yang disiapkan adalah menghadirkan pelaku usaha dengan produk yang sedang diminati untuk menambah daya tarik pasar.
“Target kami, pada 3 Mei mendatang seluruh lapak yang sudah ditandai bisa mulai beroperasi. Ini bagian dari upaya membangun kepercayaan bahwa pasar ini punya potensi.Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan Pasar Lembursitu dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dan tidak lagi sepi seperti beberapa tahun terakhir,”pungkasnya.
Terkait kebijakan penggratisan lapak, Een menyebut program tersebut berlaku hingga akhir Juni 2026. Setelah itu, evaluasi akan dilakukan, namun tarif sewa dipastikan tetap terjangkau. Untuk los tertentu, biaya sewa sekitar Rp4 ribu per hari, sementara kios terbesar berkisar Rp3 juta per tahunnya.
Editor: Rinto Wahyudi
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








