PALI, Expose – Aksi pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum preman terhadap kendaraan angkutan barang di jalur masuk Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dilaporkan semakin meresahkan para pengguna jalan.
Praktik tersebut disebut kerap terjadi di kawasan Simpang Belimbing, Kabupaten Muara Enim, hingga gerbang masuk sebelum Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, yang merupakan salah satu akses utama menuju Kabupaten PALI.
Sejumlah pengemudi mengaku menjadi korban pemalakan. Mereka menyebut para pelaku tidak hanya meminta uang secara paksa, tetapi juga diduga melakukan intimidasi dan mengancam akan merusak kendaraan apabila permintaan mereka tidak dipenuhi.
Salah satu unggahan di media sosial Facebook oleh akun Mul Yadi turut menyoroti dugaan aksi pemalakan yang terjadi di sekitar Jembatan Talang Bulang. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada hari sebelumnya. Namun, terdapat ketidaksesuaian keterangan waktu yang menyebut “pagi sekitar pukul 18.30 WIB”, sehingga informasi tersebut belum dapat dipastikan.
Selain itu, beredar pula laporan dari seorang korban yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku kaca spion kendaraannya dirusak dan mendapat ancaman dari pelaku yang disebut menantang korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Korban mengaku telah mendatangi Mapolres PALI pada Jumat (1/8/2026) untuk membuat laporan. Namun, menurut pengakuannya, laporan tersebut belum diterima karena lokasi kejadian disebut berada di wilayah hukum Kabupaten Muara Enim.
Masyarakat berharap aparat kepolisian, baik dari Polres PALI maupun Polres Muara Enim, dapat berkoordinasi untuk menindak tegas pelaku premanisme yang meresahkan dan mengganggu aktivitas masyarakat serta distribusi barang di jalur tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres PALI maupun Polres Muara Enim terkait laporan dugaan aksi pungli dan premanisme tersebut.
(Sumber: SMSI PALI)
. Editor: Junaidi
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








