Beranda Daerah Hasil Panen Ip200 Masih Jauh Dari Harapan

Hasil Panen Ip200 Masih Jauh Dari Harapan

9
0

Banyuasin, Expose – Meskipun harga jual gabah cukup bagus, hasil panen padi pada program tanam ulang (Ip200) tahun ini belum memuaskan serta jauh dari apa yang diharapkan para petani di wilayah kecamatan Air Salek kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan. Menurut berbagai sumber faktor cuaca serta minumnya modal petani menjadi salah satu penyebab utama.

Melalui investigasi dalam sepekan terakhir terdapat beberapa faktor yang masih menjadi kendala bagi para petani sehingga hasil panen tanam ulang ini terhitung masih sangat jauh jika dibandingkan dengan persentase hasil panen padi tanaman reguler.

Menurut Warsono, petani padi di desa Damarwulan jika ingin hasil yang setara tanaman reguler pengolahan lahan pada musim tanam ulang harus disertai dengan pengaplikasian dolomit untuk mengurangi kadar zat asam yang menurutnya meningkat tinggi saat pembusukan jerami usai proses panen padi tanaman reguler.

Warsono juga menerangkan bahwa kondisi cuaca pun sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman padi, pada musim tanam ulang tahun ini menurut ia curah hujan tidak sesuai kebutuhan yang selaras pada pertumbuhan benih pasca penaburan dilakukan.

Terpisah, Haryono ketua gabungan kelompok tani desa Saleh Mukti menuturkan proses pemupukan dan perawatan tanaman saat usia perawatan sempat terkendala faktor hujan yang terlambat pada saat benar benar dibutuhkan petani.

Selain itu Haryono juga menyampaikan permodalan yang minim pun tak terlepas dari menurunnya persentase dari hasil panen padi tanaman reguler ke tanaman ulang ip200 setiap tahunnya.

Dirinya sependapat dengan Warsono mengenai pengaplikasian dolomit secara maksimal pada musim tanam ulang, selain itu menurut ketua Gapoktan ini penyediaan pupuk,insektisida, herbisida maupun kebutuhan perawatan lainnya harus benar benar memadai barulah hasil panen padi tanaman ulang bisa mendekati persentase reguler.

Bilamana tidak segera ditindaklanjuti,kondisi ini dinyalir akan mendorong alasan kuat para petani untuk beralih fungsi dari pertanian ke perkebunan yang mana memang sudah terpantau penanaman pohon kelapa sawit di berbagai area lahan pertanian yang ketika ditelusuri alasan utamanya adalah rata-rata pemilik lahan sering alami kerugian pada penanaman padi tahun ke tahunnya.

. Pewarta: junaidi

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini