Lahat, Expose– Pembangunan ruang belajar menjadi kebutuhan mendesak dan perlu perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Lahat khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD).
Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lahat, total ada 303 Sekolah Dasar (SD) masih memerlukan ruang belajar yang layak dan nyaman bagi murid.
Pembangunan ruang belajar ini memang bisa dipenuhi semuanya, namun dilakukan secara bertahap agar ada pemerataan pembangunan sarpras sekolah.
Pembangunan pendidikan ini bukan hanya diperoleh dari APBD, tapi juga CSR perusahaan yang diharapkan dapat membantu untuk membangun sekolah.
Kasi Sapras, Bidang Pendidikan SD, Disdikbud Lahat, Juli Wahyudi mengatakan, tahun ini Disdikbud fokus pada pembangunan di 20 SD yang tersebar di setiap kecamatan. Saat ini sudah masuk dalam Daftar, seperti di SD N 32 Lahat, SD N 31 Lahat, SD N 25 Lahat dan 17 SD, SD N 2 Tanjung Tebat, dan lainnya yang ada dikabupaten Lahat.
Untuk jumlah keseluruhan sekolah Dasar di Kabupaten Lahat, ada 303 Sekolah Dasar (SD) dan pembangunan ruang belajar ditahun 2026 ini, ada 20 sekolah berarti pembangunan hanya 7% Sampai 10% persen pertahun.
“Tahun ini imbang pembangunan dan perbaikan, ada penambahan ruang kelas, pembangunan toilet, dari semua sub kegiatan ada, misalkan pembangunan pagar, pagar penting juga untuk sekolah. “jelasnya.
Pemenuhan sarpras ini tidak sepenuhnya bisa diakomodir Disdikbud Lahat, karena adanya rasionalisasi dan efisiensi anggaran.
Ia menambahkan, ada beberapa sekolah di Lahat yang masih kekurangan ruang kelas, dan ada yang masih sekolahnya itu bagi shift, misalkan kelas 1 masuk di jam pertama sampai jam 10.
“Kami prioritaskan untuk pembangunan dan rehab yang memang membutuhkan atau mendesak dan untuk sekolah yang lain akan diakomodir di tahun 2027 mendatang. “ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Niel Adrian menyampaikan, bagi sekolah yang mengalami rusak sedang dan berat agar segera berkordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat dengan memasukan proposal.
“Supaya pada saat penganggaran bisa diajukan untuk pembangunan atau rehab di tahun 2027 mendatang,” jelas Niel.
Dikatakannya, untuk sekolah yang masih mengalami rusak ringan segera dianggarkan dengan Dana Bos untuk pemeliharaan supaya tidak rusak Berat dan para siswa bisa belajar dengan nyaman.
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.







