Sukabumi, Expose.web.id – Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan kota Sukabumi Novian Restiandi, memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 berjalan lancar dan kondusif.Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi evaluasi pada Rabu 15/04,yang digelar di aula dinas pendidikan dikecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
“Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA SMP berjalan sangat baik dan kondusif.Laporan awal evaluasi menunjukkan tingkat partisipasi siswa yang optimal serta dukungan infrastruktur teknologi yang stabil di lapangan,”jelasnya.
Novian,menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan TKA yang berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026 menunjukkan hasil positif, baik dari sisi partisipasi siswa maupun kesiapan infrastruktur pendukung,18/04/2026.
“Integritas dalam pelaksanaan TKA menjadi perhatian utama,hal ini penting untuk memastikan data capaian akademik yang dihasilkan benar-benar objektif dan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pendidikan ke depan”.
TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi efektivitas kurikulum yang diterapkan di sekolah.Selain mengevaluasi pelaksanaan TKA, rapat tersebut juga membahas kebijakan kuota rombongan belajar (rombel) dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Dalam kebijakan terbaru, penentuan kuota siswa tidak lagi bersifat fleksibel di tingkat sekolah, melainkan mengacu pada rekomendasi teknis dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP).
“Jumlah kuota siswa akan dikunci di Dapodik. Artinya, tidak ada lagi penambahan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi BBPMP,”
Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan serta memastikan setiap satuan pendidikan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM),kuota yang telah ditetapkan akan dikunci melalui sistem Dapodik, sehingga sekolah tidak dapat menambah jumlah siswa di luar kapasitas yang telah diverifikasi.
“Pada tahun ini, terjadi penyesuaian atau bahkan penurunan kuota rombel di sejumlah SMP di Kota Sukabumi,”pungkasnya.
Penurunan tersebut didasarkan pada hasil analisis menyeluruh, meliputi beban kerja guru, ketersediaan ruang kelas, serta daya tampung ideal masing-masing sekolah.
( Rinto Wahyudi )
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.






