Beranda Daerah Menjaga Integritas Pers di Tengah Arus Digital, Ketua DPRD Pontianak Buka Seminar...

Menjaga Integritas Pers di Tengah Arus Digital, Ketua DPRD Pontianak Buka Seminar IJTI Kalbar 2026

116
0

PONTIANAK | Expose ~ Gelombang pesat transformasi digital yang melanda seluruh pelosok negeri kini tak lagi sekadar mengubah lanskap teknologi, tetapi juga secara mendasar memengaruhi pola masyarakat dalam mengonsumsi informasi sehari-hari. Di tengah derasnya arus berita yang mengalir tanpa henti di media sosial—sering kali tanpa proses verifikasi yang jelas—kebutuhan akan jurnalisme yang profesional, akurat, dan bertanggung jawab justru menjadi semakin krusial bagi kehidupan berbangsa. Momen refleksi atas dinamika media ini mengemuka secara mendalam saat Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, S.H., M.H., secara resmi membuka Seminar IJTI Kalimantan Barat 2026 yang digelar di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Pontianak pada Sabtu pagi. Perhelatan ilmiah yang sarat makna ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Barat sekaligus menandai perjalanan HUT ke-28 IJTI Pusat dalam mengawal demokrasi bangsa.

Dalam arahannya di hadapan para insan pers dan peserta seminar, Satarudin menekankan bahwa peran jurnalis televisi tetap menjadi pilar yang tidak tergantikan dalam menyampaikan warta yang berimbang serta dapat dipercaya oleh publik. Beliau menegaskan bahwa jurnalis TV modern tidak hanya dituntut untuk adu cepat dalam memproduksi berita, melainkan memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dalam melakukan verifikasi ketat serta menghadirkan konten yang bernilai edukatif. Kehadiran jurnalis profesional di era serba cepat ini ditempatkan sebagai benteng pertahanan utama masyarakat dalam menyaring serta menangkal maraknya hoaks dan disinformasi yang kian meresahkan. Disrupsi teknologi yang terjadi saat ini tidak boleh dipandang sebagai ancaman yang melumpuhkan, melainkan harus disambut sebagai peluang emas bagi para jurnalis untuk terus beradaptasi dan menguasai kemampuan multiplatform agar karya jurnalistik mampu menjangkau khalayak yang lebih luas.

Lebih lanjut, pimpinan legislatif Kota Pontianak tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi atas dedikasi insan pers dalam mengawal seluruh proses pembangunan daerah secara konsisten. Bagi pemerintah dan lembaga legislatif, masukan konstruktif, kritik membangun, serta sajian informasi yang objektif dari media merupakan bagian tak terpisahkan dari iklim demokrasi yang sehat sekaligus sarana evaluasi kerja yang sangat berharga. Oleh sebab itu, beliau menaruh harapan besar agar seluruh jurnalis televisi, khususnya di Kota Pontianak, senantiasa teguh menjaga independensi, menjunjung tinggi kode etik profesionalisme, dan selalu meletakkan kepentingan publik di atas segalanya di tengah godaan arus mekanisasi informasi.

Menutup narasi penguatnya, Satarudin kembali mengingatkan seluruh insan media bahwa sehebat apa pun kemajuan teknologi dan seluas apa pun platform digital berkembang di masa depan, pondasi utama jurnalisme tidak boleh bergeser sedikit pun. Prinsip-prinsip mendasar seperti akurasi data, keberimbangan berita, independensi sikap, serta komitmen pada maslahat publik harus tetap menjadi pegangan hidup yang mengakar kuat dalam setiap karya yang diproduksi. Mengakhiri sambutannya dengan penuh kehangatan, beliau memberikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota IJTI Kalbar atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan bernilai tinggi ini, sembari berharap momentum ini menjadi pijakan baru bagi kemajuan dunia pers di Kalimantan Barat.

(Tim/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini