KALBAR,MELAWI | Expose ~ Potret memprihatinkan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat. Di tengah semangat untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa, siswa-siswi di SD Negeri 16 Sawah Bonak justru harus menghadapi kenyataan pahit setiap harinya. Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman untuk menimba ilmu, kini justru berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para murid dan guru. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan yang sangat parah, bahkan beberapa bagian dari struktur bangunan sekolah tersebut telah ambruk dan berserakan.
Meskipun kondisi bangunan sudah tidak layak huni dan sangat membahayakan, keterbatasan ruang kelas membuat pihak sekolah tidak memiliki pilihan lain. Kegiatan belajar mengajar tetap dipaksakan berlangsung di ruang-ruang kelas yang rusak tersebut. Situasi ini menciptakan ketakutan mendalam di benak para guru dan orang tua murid. Mereka harus melepas anak-anak mereka pergi ke sekolah dengan rasa cemas, khawatir jika sewaktu-waktu bangunan yang sudah rapuh itu akan kembali runtuh saat proses pembelajaran berlangsung.
Pihak sekolah melalui perwakilan guru dan orang tua murid dengan tegas menyuarakan harapan agar pemerintah segera membuka mata dan hati melihat kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Mereka mendesak agar ada langkah konkret dan tindakan darurat dari Pemerintah Kabupaten Melawi untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh atau pembangunan kembali ruang kelas yang telah hancur. Bagi mereka, pendidikan adalah hak dasar yang harus didukung dengan lingkungan fisik yang aman dan layak.
Harapan besar kini tertuju pada pemerintah daerah agar tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Mengingat sekolah bukan sekadar tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang tumbuh kembang anak yang mutlak memerlukan rasa aman dan nyaman. Jangan sampai keterlambatan penanganan justru menjadi petaka yang merenggut masa depan anak-anak di Sawah Bonak.
(Tim/Red)








