PONTIANAK | Expose — Ketidak pastian mengenai kejelasan perbaikan Dermaga Feri Bardan-Siantan kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, melontarkan desakan keras kepada pemerintah agar tidak terus mengulur waktu dan segera memberikan kepastian konkret terkait rehabilitasi infrastruktur penyeberangan vital tersebut. Pasalnya, lambannya respons pemerintah tidak hanya mengganggu mobilitas harian warga, tetapi juga secara perlahan melumpuhkan denyut nadi perekonomian kawasan Siantan dan sekitarnya.
Kondisi fisik dermaga yang kian memprihatinkan telah lama menjadi keluhan publik, namun sejauh ini tanggapan yang ada dinilai sebatas wacana tanpa eksekusi nyata di lapangan. Satarudin menegaskan bahwa masyarakat tidak lagi membutuhkan alasan teknis atau janji-janji manis, melainkan kepastian jadwal dan penganggaran yang jelas. Penundaan yang berlarut-larut dianggap sebagai bentuk pembiaran terhadap fasilitas publik yang menyangkut keselamatan ratusan pengendara setiap harinya.
Ancaman keselamatan pengguna jasa penyeberangan kini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Kerusakan pada struktur dermaga berpotensi memicu kecelakaan fatal jika terus dipaksa beroperasi tanpa perbaikan menyeluruh. Di sisi lain, penghentian atau pembatasan operasional feri secara mendadak tanpa solusi alternatif justru akan menciptakan kemacetan parah di jembatan penghubung utama, yang pada akhirnya memicu kenaikan biaya logistik dan inflasi barang di tingkat konsumen.
Satarudin mendesak instansi terkait, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk segera duduk bersama dan menetapkan linimasa pengerjaan secara transparan. Ia juga menyatakan bahwa DPRD Pontianak akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari eksekutif. Publik kini menunggu apakah pemerintah mampu membuktikan komitmennya dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat, atau justru membiarkan dermaga Bardan-Siantan menjadi simbol kelalaian pembangunan infrastruktur di Kota Pontianak.
(Tim/Red)
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








