Sukabumi, Expose.web.id – Kepala Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyambut baik hadirnya PT. Hung Fu Leather Indonesia, diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami menyambut baik, karena ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi. Kami juga berharap tidak ada permasalahan dalam proses rekruitmennya,”
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Sukabumi,memastikan akan mengawal seluruh proses rekruitmen agar berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Meskipun sampai saat ini pihak Disnakertrans kabupaten Sukabumi,belum menerima secara resmi rencana penggunaan tenaga kerja dari perusahaan.Tapi sebagai bentuk pengawasan, Disnaker telah menugaskan Bidang Penempatan Tenaga Kerja untuk melakukan monitoring sekaligus pembinaan terhadap proses seleksi calon pekerja.
“Kami telah menugaskan bidang penempatan ke lokasi untuk dilakukan monitoring dan pembinaan,”jelasnya.
Hung Fu Leather Indonesia sebagai perusahaan manufaktur asal Tiongkok akan segera memulai operasionalnya di Kabupaten Sukabumi. Perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Cikembar, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi itu mulai membuka peluang kerja. Informasi mengenai rekruitmen calon karyawan PT. Hung Fu Leather Indonesia mulai beredar di masyarakat.
PT.Hung Fu sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan bahan kulit setengah jadi yang menjadi bagian dari rantai pasok berbagai merek fashion global. Keberadaan PT. Hung Fu Leather Indonesia di Sukabumi terlihat dari proses pembangunan pabrik yang telah dimulai sejak sekitar satu tahun lalu, dan saat ini fisik pembangunannya sekitar 98 persen.
Dikutip pada Minggu (18.7.2026.)Sekdes Cimanggu,Asep Supriatna,membenarkan bahwa perusahaan ini telah memulai proses perekrutan calon tenaga kerja.“Informasi yang kami ketahui, PT. Hung Fu Leather Indonesia bekerjasama dengan BUMDes untuk merekrut tenaga kerja dari warga setempat dengan alokasi sekitar 300 orang,”
Proses perekrutan telah berjalan, akan tetapi perusahaan tersebut hingga saat ini belum resmi melakukan kegiatan produksi. Rekruitmen tersebut diperkirakan merupakan bagian dari persiapan menjelang dimulainya operasional pabrik.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, proses rekrutmen dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cimanggu.
“Mungkin rekruitmen yang dilakukan oleh BUMDes untuk persiapan menjelang operasional,” pungkasnya.
**Rinto.w
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








