Lahat, Expose – Di tengah deru alat berat, susunan bata yang kian meninggi, dan pengeboran sumur yang tak kenal lelah, ada satu hal yang paling membekas dari pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0405/Lahat di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat: senyum tulus masyarakat.
Senyum itu bukan sekadar ekspresi, melainkan cerminan kebahagiaan atas perubahan nyata yang kini mereka rasakan. Jalan desa sepanjang kurang lebih 2.000 meter mulai terbuka, mempermudah akses warga dalam beraktivitas, terutama untuk mengangkut hasil kebun seperti kelapa sawit dan karet. Rumah-rumah yang sebelumnya tak layak huni kini direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Tak hanya itu, pembangunan fasilitas MCK turut meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan, sementara sumur bor yang dibuat di beberapa titik menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih masyarakat. Sarana ibadah pun tak luput dari perhatian, dengan perbaikan mushola agar warga dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Kehadiran TMMD juga membawa kehangatan tersendiri. Anak-anak tampak ceria menyambut para anggota TNI, sementara para orang tua dengan penuh antusias terlibat langsung dalam proses pembangunan. Kebersamaan dan gotong royong terasa begitu kuat, menciptakan suasana penuh keakraban dan rasa syukur di setiap sudut desa.
Namun, TMMD ke-128 bukan hanya tentang pembangunan fisik. Program ini juga menyentuh sisi nonfisik yang tak kalah penting. Berbagai penyuluhan digelar, mulai dari wawasan kebangsaan untuk menanamkan nilai persatuan dan cinta tanah air, hingga edukasi pertanian dan perkebunan guna meningkatkan produktivitas hasil tani warga.
Di bidang kesehatan, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya pola hidup sehat serta pencegahan stunting. Bantuan sosial juga disalurkan kepada warga kurang mampu dan para lansia, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok yang membutuhkan.
Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat, Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Melihat senyum masyarakat adalah kebanggaan bagi kami. Itu artinya kehadiran TMMD benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya ingin meninggalkan sesuatu yang lebih dari sekadar bangunan fisik.
“Kami ingin meninggalkan jejak berupa kebahagiaan dan harapan. Karena pembangunan sejati adalah ketika masyarakat merasa diperhatikan dan hidupnya menjadi lebih baik,” tambahnya.
Kini, di Desa Lubuk Tampang, perubahan itu bukan lagi sekadar harapan. Ia telah menjadi kenyataan. Dari jalan yang terbentang hingga senyum yang mengembang, semuanya menjadi bukti bahwa TMMD hadir bukan hanya membangun desa, tetapi juga membangun masa depan.
(Syahrial)
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








