Beranda Daerah BMKG Keluarkan Peringatan Dini Terkait Potensi Cuaca Ekstrim

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Terkait Potensi Cuaca Ekstrim

10
0

Lahat, Expose – Warga Sumatera Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu ke depan.

Hujan lebat disertai angin kencang dan petir disebut bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama pada masa peralihan musim atau pancaroba seperti saat ini.

Kasi Observasi, Informasi, dan Data BMKG Sumsel, Sinta Andayani, menjelaskan bahwa wilayah Sumsel, termasuk Kabupaten Banyuasin, kini tengah memasuki fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil pada masa pancaroba memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Hal ini meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam waktu singkat.

“Potensi hujan terjadi tidak menentu, namun umumnya turun pada siang, sore hingga malam hari dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” jelas Sinta.

BMKG juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino turut memengaruhi pola cuaca tahun ini, sehingga peralihan musim tidak berjalan normal seperti biasanya.

Meski Sumsel diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan Mei 2026, bukan berarti hujan akan sepenuhnya berhenti.

Sebaliknya, hujan masih berpotensi turun, meskipun dengan frekuensi yang lebih jarang dibandingkan masa pancaroba saat ini.

Situasi ini dinilai berisiko menimbulkan berbagai dampak bencana hidrometeorologi, mulai dari pohon tumbang, banjir lokal, hingga kerusakan atap rumah akibat terpaan angin kencang.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi dampak angin kencang dan hujan lebat, baik di wilayah pesisir maupun permukiman,” tambahnya.

BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi, guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak yang lebih besar.

(Syahrial)

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini