Beranda Daerah Ketua LSM GPRI Purwakarta Soroti Kasus Siswa Diduga Bully Guru di SMAN...

Ketua LSM GPRI Purwakarta Soroti Kasus Siswa Diduga Bully Guru di SMAN 1

32
0

Purwakarta, Expose.web.id – Dugaan aksi tidak sopan seorang siswa terhadap guru di SMAN 1 Purwakarta menuai sorotan. Ketua LSM Gerakan Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) Purwakarta, Tedi Sutardi, menyebut peristiwa ini sebagai alarm krisis etika dan lunturnya penghormatan terhadap pendidik.

Kasus yang viral di media sosial itu memperlihatkan seorang siswa diduga mengacungkan tiga jari ke arah guru bernama Atum Samsiah. Gestur tersebut memicu kecaman warganet dan membuka diskusi publik soal adab pelajar di sekolah.

“Ini bukan sekadar kenakalan. Ada krisis adab yang harus dijawab dengan pembinaan karakter intensif, bukan hanya hukuman,” kata Tedi Sutardi saat dimintai tanggapan, Senin (20/4/2026).

Bentuk & Dampak Perundungan
Menurut Tedi, perundungan terhadap guru dapat berupa gestur kasar, pandangan agresif, tawa mengejek, bahasa tubuh merendahkan, ujaran di media sosial, hingga kekerasan fisik. Perilaku itu dinilai mengikis wibawa guru dan merusak iklim pendidikan.

Akar Masalah
Tedi menilai fenomena ini berakar pada lemahnya rasa hormat, minimnya keteladanan, dan kurang konsistennya pembinaan karakter di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Aturan Penanganan
Ia mendorong sekolah mengacu pada Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Aturan itu mewajibkan satuan pendidikan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta mengutamakan sanksi berjenjang yang bersifat pembinaan. Skorsing tidak disarankan sebagai solusi utama agar siswa mendapat pendampingan dan tidak mengulangi perbuatan.

Anjuran Kebijakan
Kepada pemerintah pusat, Tedi menganjurkan penguatan muatan pendidikan karakter di kurikulum. Ia mencontohkan perlunya semangat Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sebagaimana Kurikulum 1984 untuk memperkuat adab dan etika siswa terhadap guru dan sesama.

Hak Jawab
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 1 Purwakarta dan guru Atum Samsiah belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk konfirmasi dan hak jawab. Pernyataan resmi akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.

LSM GPRI Purwakarta berharap sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah bersinergi membangun budaya sekolah yang aman, bermartabat, dan menghormati pendidik.(Red)

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini