Penampakan Pasar sekaligus terminal Lembursitu Senilai Rp 10 Miliar Era Gubernur Ridwan Kamil Kini Nyaris Tak Berpenghuni
Sukabumi, Expose.web.id – Bangunan Pasar Lembursitu di Jalan Pelabuhan II, Kota Sukabumi, yang diresmikan pada awal 2022 dalam program Pasar Rakyat Jabar Juara saat pemerintahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kini menghadapi kondisi yang kontras dengan harapan awal.
Proyek yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 10 miliar tersebut saat ini nyaris kosong, dengan sebagian besar pedagang memilih untuk tidak beroperasi di sana.
Secara fisik, bangunan pasar masih terlihat kokoh dan memiliki desain yang representatif. Namun, kurangnya aktivitas jual-beli membuat kawasan tersebut tampak sepi dan kurang terpakai. Sejumlah pedagang mengaku telah menutup kios mereka karena jumlah pengunjung yang mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir.
Faktor Perubahan Jalur Transportasi Sebagai Penyebab Utama Menurut beberapa pedagang yang masih bertahan, perubahan jalur operasional transportasi umum menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan kunjungan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, membenarkan bahwa pemindahan titik transit mobil Elf ke Terminal Tipe C telah membuat pasar kehilangan sejumlah besar calon pembeli potensial.
“Menurut informasi dari para pedagang, setelah elf dipindahkan ke Terminal Tipe C, kini ada permohonan dari pengusaha angkot agar kendaraan mereka dapat masuk ke area sekitar pasar,” ujar Een Rukmini.
Dikutip dari dokumen rencana awal pembangunan, pasar ini dirancang tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai titik perjumpaan bagi penumpang dari wilayah Pajampangan. Tanpa adanya kendaraan yang melintas dan berhenti di sekitarnya, daya tarik pasar tersebut menurun secara signifikan.
Upaya Pemerintah Kota Sukabumi untuk Bangkitkan Pasar Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan sedang melakukan berbagai upaya agar investasi sebesar Rp 10 miliar tersebut tidak menjadi sia-sia.Diskumindag tengah merencanakan langkah-langkah untuk mengembalikan arus transportasi, baik mobil Elf maupun angkot dengan trayek 03, agar kembali melalui area sekitar pasar. Selain menata jalur transportasi, Pemkot juga berusaha menarik kembali minat pedagang dengan menawarkan tarif sewa yang lebih terjangkau.
“Kios dengan harga paling tinggi hanya sekitar Rp 3 juta per tahun atau sekitar Rp 8 ribu per hari, sedangkan los hanya sekitar Rp 2 ribu per hari,” jelas Een. Selain itu, pihak dinas juga berjanji akan melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas, seperti pemasangan kanopi serta pengaspalan area parkir, untuk meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.
Keterangan dari Sekretariat Gubernur Jabar (Sebagai Tambahan Berimbang) Tim komunikasi Sekretariat Gubernur Jawa Barat, ketika dihubungi terkait kondisi pasar ini, menyampaikan bahwa program Pasar Rakyat Jabar Juara bertujuan untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional dan kesejahteraan pedagang.
“Kami mendukung upaya Pemkot Sukabumi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Jika diperlukan bantuan teknis atau koordinasi dengan pihak terkait, kami siap membantu agar pasar dapat beroperasi dengan optimal kembali,” ujar perwakilan mereka. ( Rinto w Expose.web.id )
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







