Beranda Kesehatan Memasuki Bulan Ramadhan SPPG Jayaraksa Menyesuaikan Menu dan Pendistribusian Tanpa Mengurangi Gizi

Memasuki Bulan Ramadhan SPPG Jayaraksa Menyesuaikan Menu dan Pendistribusian Tanpa Mengurangi Gizi

83
0

Sukabumi, Expose.web.id – SPPG Jayaraksa mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan mitra, menjangkau sekolah, balita, hingga kelompok rentan dengan skema adaptif, termasuk pengantaran langsung ke sekolah, posyandu, dan penggunaan paket makanan kering selama libur sekolah atau saat libur Ramadan,06/03/2026.

“Proses ini bertujuan memastikan gizi tepat sasaran, dengan menu yang disesuaikan (siap santap atau paket makanan), dan sering melibatkan keterlibatan sekolah atau penerimaan manfaat,”Ungkap Staf Distribusi SPPG Jayaraksa yang kerap disapa Nden.

Nden,menjabarkan dan berikut adalah poin-poin penting distribusi MBG berdasarkan hasil Sasaran Distribusi:

“Siswa sekolah (PAUD-SMA), balita, ibu hamil atau menyusui, serta lansia dan penyandang disabilitas.SPPG Jayaraksa juga memiliki Metode Penyaluran baik ituLangsung dengan pengantaran ke sekolah atau titik kumpul (seperti balai warga/posyandu)”

.”Kami juga menyediakan metode Mandiri dengan cara Pengambilan terjadwal di satuan layanan (SPPG) Jayaraksa juga dalam hal penyaluran nya sangatlah Fleksibel.

Penggunaan kurir atau kendaraan operasional untuk memastikan distribusi tepat waktu, khususnya di wilayah sulit akses.Menu dan Kemasan:Hari normal: Makanan siap santap/makan siang,”Untuk Hari libur atau Ramadan pihak dapur kita memiliki beberapa varian menu. Paket makanan kering (roti, susu, kurma, kacang, telur rebus) untuk dikonsumsi saat berbuka.

Disinggung soal Kemasan Nden menjelaskan,”Kemasan Sering menggunakan kantong ramah lingkungan (tote bag) untuk keberlanjutan.Jadwal dan Penyesuaian:Pengiriman intensif (misalnya, paket makanan kering dikirimkan pada hari Senin dan Kamis untuk konsumsi beberapa hari sekaligus saat libur).Penghentian sementara pada hari libur nasional tertentu (contoh: Imlek, awal Ramadan),”

“”Keamanan juga Logistikpun sangatlah extra ketat.Seluruh menu dipastikan dalam kondisi baik dan aman.BGN mengelola penyediaan pangan, sementara teknis lapangan sering dibantu pihak sekolah atau pengasuh terlatih,”pungkasnya.

Sistem distribusi ini juga dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah melalui keterlibatan aktif dalam proses logistik. ( Rinto Wahyudi )

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini