Banyuasin, Expose – Diduga kuat akibat disalahgunakan oleh para agen pengecer bahan bakar minyak, BBM jenis solar di Desa Mekar Mukti, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir ini.
Akibatnya, para petani yang saat ini sedang dalam proses pembukaan lahan pertanian belum bisa bercocok tanam karena terhalang kelangkaan BBM jenis solar yang merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat petani setempat untuk melakukan pengolahan lahan pertanian mereka.
Seorang penduduk setempat mengungkapkan perasaan ketidaknyamanan dirinya selaku masyarakat petani yang saat ini sedang gundah gulana akibat kelangkaan setok solar di wilayah kecamatan muara telang yang menyebabkan terhambatnya proses pembajakan sawah, sementara memasuki bulan November seharusnya masa tabur benih di wilayah ini semestinya telah usai dilakukan
“untuk wilayah kecamatan muara telang saat ini kekurangan pasokan bahan bakar minyak jenis solar” ungkapnya
Dirinya menuturkan bahwa adanya dugaan kuat akan praktik penyimpangan oleh pihak agen pengecer bahan bakar minyak di wilayah tersebut, menurut dia BBM jenis solar ini menjadi langka akibat diperjualbelikan ke pekerjaan penggalian sekunder yang seharusnya menggunakan bahan bakar minyak industri bukannya malah mengkonsumsi BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.
“Disebabkan oleh setok solar di para agen banyak dijual ke alat eksavator penggalian sekunder di lima desa lainnya, sehingga banyak wilayah lahan pertanian belum terbuka dikarenakan menunggu solar masuk ke daerah kecamatan muara telang lagi” bebernya
PLT Camat Muara Telang,Tulus Desi S,Kel. saat dikonfirmasi membenarkan adanya kelangkaan BBM jenis solar di wilayah tersebut, menurutnya disinyalir penyebab utama ialah musim olah lahan pertanian yang serempak dilakukan oleh para petani setempat, namun demikian terkesan tidak mengetahui dan percaya dirinya justru mempertanyakan ke awak media mengenai daerah yang masih melakukan pengolahan lahan pertanian serta mengalami kelangkaan BBM jenis solar dimaksud
“Kalo solar memang kurang stok karena musim olah lahan sekarang ini berbarengan. Tapi wilayah mana sekarang yang masih olah lahan dan kekurangan solar” balasnya mengkonfirmasi pertanyaan awak media via pesan WhatsApp (28/10)
Disinggung mengenai adanya dugaan kuat akan praktik penjualan bahan bakar minyak ini ke pihak kontraktor penggalian sekunder di wilayah tersebut ia menyarankan agar warga masyarakat setempat mempertanyakan kepada pengecer bahan bakar minyak di wilayah tersebut.
Menurut dia setiap desa masing-masing mempunyai agen pengecer dan jumlah kuota bahan bakar minyak tersendiri, Tulus menyebutkan bahwa ada perundang-undangan yang mengatur tentang penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi yang dengan kata lain para pelaku penyimpangan dapat dikenakan sanksi hukum apabila terbukti melakukan praktik penjualan kepada yang tidak berhak
“Suruh konfirmasi aja di pengecer bbm di desa, karena setiap desa punyo kuota. Ditanya apakah bener kuota solar di desa di pakai excavator, Setau saya ada aturan yang mengatur penggunaan BBM subsidi kak”tegasnya
Sampai tayangnya pemberitaan ini awak media masih melakukan penelusuran terkait adanya dugaan kuat praktik penjualan bahan bakar minyak bersubsidi ini ke pihak kontraktor penggalian sekunder di lima desa dimaksud.
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.







