Banyuasin,Expose – Satu unit sepeda motor matic Beat Street warna hitam dengan nomor polisi BG 2765 AEA di Blok A desa Srimulyo, kecamatan Air Salek kabupaten Banyuasin Sumsel kembali digasak oleh pelaku kejahatan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor ( Curanmor) pada Kamis sore, 4 Juni 2026.
Berdasarkan investigasi sementara, diduga kuat sindikat pencuri motor ini berkaitan pula dengan seorang pemuda di desa tetangga yang digadang-gadang berstatus sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat ini sedang hangat dibicarakan oleh warga masyarakat sekitar gegara sering membawa sajam serta memasuki rumah penduduk, dalam beberapa kasus serupa di desa Upang baru baru ini ODGJ tersebut juga diduga terlibat, tetapi bukti-bukti yang diperlukan tidak cukup kuat sehingga menjadi kendala untuk dilakukannya pengamanan.
Dinyalir geram akibat kehilangan, pemilik kendaraan menyebarkan informasi tentang peristiwa yang menimpa melalui akun Facebook @Demen Vibes, saking geregetnya lewat unggahan dimaksud bahkan dijanjikan hadiah berupa uang tunai bagi siapa saja yang memberikan keterangan keberadaan motor matic tersebut.
“Ono info Iki kehilangan motor Beat street kejadian tadi sore kalau ada yang bisa menemukan atau tahu motor posisinya di mana nanti tak kasih uang muka” Paparnya dalam status yang tersebar di berbagai grup Facebook tersebut
Dugaan kuat pelaku kejahatan berkaitan dengan maraknya ODGJ desa sebelah dipicu ungkapan Harni, “seorang ibu rumah tangga penjual BBM eceran di RT 07 dusun ll desa Upang yang mengungkapkan bahwa diwaktu tak berselang jauh ia pun kecurian satu botol pertalite dagangannya, Harni menyebut pencuri merupakan ODGJ yang sedang marak dan meresahkan masyarakat sekitar.
“anak yang galak ngisep Aibon itu liwat mamper setampur nyangkeng minyak sebotol lasung ngebut motor nye, Dio tangan ngembek minyak tu tau aku ni”terangnya
Akan tetapi dirinya mengaku tak ada saksi mata dalam peristiwa tersebut, Harni hanya mampu menjelaskan seputar kronologi saat pelaku mencuri pertalite jualannya, ia menambahkan bahwa dirinya sempat menghubungi tetangga via panggilan whatsapp untuk mendapatkan bala bantuan namun nihil lantaran panggilan telepon tersebut tidak terjawab oleh tetangganya.
“Katek aku tulah yang tau nye, BB tak kodak moto aku nian, Ruma tebukak aku ni tegak dalem ruma suda diye ngambek tu aku ni dak tepeker teriak maleng te hehehe Bae” Ujarnya
“Aku nelpon mangtam mintak cegat ke tak di angkat mangtam, aku tak inget juge nak nguber make motor, Dio make baju pute motor metik pote, sekiter jam empat belum ole”terangnya menambahkan
Ironisnya, sampai saat ini ODGJ dimaksud masih bebas berkeliaran, padahal banyak orang yang mengatakan bahwa pemuda dengan gangguan kejiwaan tersebut seringkali memasuki rumah warga dan membawa senjata tajam,
“Uji kabar tu dio tu galak mawak lading dan jugo galak masok ruma wong di doson tu, dio sore aku chat Boya belari keler” Tuturnya
Kendati demikian yang ada hanyalah tanda tanya tanpa jawab bermunculan, kenapa warga masyarakat, pihak keluarga maupun pemerintah setempat tidak menindaklanjuti keresahan tentang ODGJ yang bebas berkeliaran dimaksud.
. Pewarta: Junaidi
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








