Sukabumi, Expose.web.id – Saat konflik kepentingan bertabrakan dengan aturan tertulis yang diterapkan pemerintah untuk dijadikan acuan dalam proses SPMB 2026 hal itu menimbulkan dampak psikologis tersendiri bagi siswa yang tidak keterima disekolah tujuan,juga menimbulkan tekanan tersendiri bagi pelaksana pembelajaran disekolah itu sendiri.Fenomena tersebut masih bisa kita lihat walaupun terkadang samar,14/7/2026.
Menurut salahsatu aktivis disukabumi dan pemerhati pendidikan juga pemerintahan Sukabumi sekaligus Redaktur media on-line Nasional Elut Haikal, Menyoroti dugaan maraknya praktik pasar gelap industri PPDB 2026 di kota Sukabumi, walaupun samar dugaan adanya drama dan cerita itu diduga mungkin saja ada dan terjadi.
“Menanggapi SPMB atau pendaftaran siswa baru, sepertinya dari tahun ketahun tidak banyak berubah, memunculkan dilema ke- banyak pihak terutama bagi siswa yang kalah segalanya.Walaupun dengan sistem on-line sekalipun,karena bisa kita saksikan sendiri walaupun kadang samar tapi ada dan terjadi,menitipkan siswa baru dengan dalih saudara, keluarga ataupun kerabat.Padahal mungkin kita semua tahu ada apa dibalik semua itu,”jelasnya.
Elut Haikal,yang juga merupakan pengurus LSM IBWS mengatakan, PPDB atau SPMB merupakan sistem produk Pemerintah, nyatanya masih bisa dicari kelemahan nya.jalur pendaftaran seperti zonasi, afirmasi, prestasi bahkan mutasi sekalipun itu hanyalah sistem buatan manusia,buatan Tuhan sekalipun banyak yang dilanggar.
“Dari beberapa kasus yang saya temukan dari tahun sebelumnya hampir mirip dengan yang terjadi saat ini, dibeberapa satuan pendidikan,baik itu SMP,SMA maupun SMK negri dikota Sukabumi, contoh kecilnya jumlah siswa dalam satu Rombel itu bisa berubah kapan saja walaupun diawalnya sudah tercukupi menurut keterangan mereka, ternyata esoknya itu berubah dengan dalih yang diluar akal,”
“Sangat disayangkan. Dunia pendidikan yang dirancang untuk menciptakan manusia unggul dan generasi penerus Bangsa, tetapi sudah dicemari sejak dini oleh hal-hal yang saya kira itu tidak mencerminkan kepribadian yang baik dan itu terjadi dilingkungan pendidikan, tempat yang diciptakan untuk melahirkan manusia yang baik,hebat dan jujur”.pungkasnya.
Elut,juga saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti dan data yang akan digunakan untuk bahan laporan ke instansi terkait yang menangani dugaan-dugaan kecurangan dalam proses SPMB 2026,baik itu ombudsman bahkan KPK,karena disinyalir ada dugaan gratifikasi yang terjadi.
Kalau dunia pendidikan saja sudah dikotori,bagaimana negara ini bisa maju bilamana anak-anak yang diciptakan untuk keberlangsungan bangsa ini lahir dari sebuah lingkungan yang kurang baik.
Rep: Rinto Wahyudi
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.







