Banyuasin,Expose – Tahapan uji coba realisasi pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kecamatan Air Salek Banyuasin Sumsel terpantau telah mulai dilakukan, melalui salah satu satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang dikunjungi awak media hari ini terdapat informasi bahwa penyaluran program unggulan presiden RI Prabowo Subianto ini sudah berjalan selama hampir satu pekan.
Menurut peserta didik dan beberapa dewan guru satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri dua puluh (SDN 20) MBG di sekolah ini sudah dirasakan hampir selama kurang lebih satu minggu terakhir, dari konfirmasi salah seorang tenaga pengajar menyebutkan bahwa penerimaan menu makan siang bergizi gratis di sekolah ini terhitung sejak Jum’at 12 Juni 2026.
Kendati demikian ternyata masih banyak satuan pendidikan lainnya yang belum menerima manfaat dari program Makan siang Bergizi Gratis tersebut, dari hasil kontrol sosial dan konfirmasi ke instansi dua Sekolah Dasar lainnya yakni SDN 16 serta SDN 10 Air Salek kedua-duanya menyatakan belum menerima dan belum ada kepastian kapan sampainya program ini secara menyeluruh ke setiap satuan pendidikan yang berhak. (17/6/2026)
Hasil yang didapat melalui penelusuran sementara digadang-gadang terdapat empat dapur SPPG dalam lingkup kecamatan Air Salek yang bakal bergerak ke berbagai satuan pendidikan sebagai sasaran pemberian makan siang bergizi gratis tersebut, tetapi hingga kini masih ditelusuri mengenai kebenaran informasi serta penyebab belum menyeluruhnya penerimaan di setiap sekolah hingga saat ini.
Sementara isu yang beredar saat ini empat dapur SPPG dimaksud berlokasi di desa Srikaton disinyalir yang telah mulai berjalan tahap uji coba ke satuan satuan pendidikan disekitarnya, kemudian di desa Upang Marga, Bintaran dan Saleh Jaya yang sejauh ini masih belum begitu pasti keberadaannya.
Dilokasi hari ini menu makan siang yang tampak ialah berupa nasi putih dengan tambahan lauk berupa ayam dan telur, ditambah pula buah (jeruk) serta susu kotak, namun menurut para siswa setiap hari menu yang diterima berbeda-beda yang tentunya hal ini membutuhkan peran serta penggiat sosial seperti para wartawan dan Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) agar program unggulan presiden RI ini dapat berjalan sesuai dengan ketentuan.
Sampai kini awak media juga masih berupaya mencari tau tentang bagaimana perkembangan nasib para penjual makanan yang umumnya terbiasa mencari rezeki di lingkungan satuan-satuan pendidikan, khususnya area sekolah yang program MBG nya telah berjalan seperti di desa Srikaton saat ini.
. Pewarta: Junaidi
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








