Beranda Daerah Biaya Transportasi Perairan Melonjak Signifikan

Biaya Transportasi Perairan Melonjak Signifikan

9
0

Banyuasin,Expose – Memasuki bulan Juni yang bertepatan pula dengan menjelang perayaan hari raya Idul Adha pada tahun ini sejumlah kebutuhan pokok serta biaya tranportasi perairan di wilayah Kabupaten Banyuasin Sumsel melonjak cukup signifikan, hal ini terjadi disinyalir berkaitan erat dengan peningkatan harga bahan bakar minyak dan kelangkaan salah satu jenis BBM.

Berdasarkan penelusuran sepekan terakhir lonjakan harga kebutuhan pokok jelang hari raya Idul Adha terjadi di seputaran kecamatan Air Salek, sementara biaya tranportasi perairan di kecamatan Makarti Jaya melejit makin tinggi, sedangkan harga bahan bakar minyak memang lebih dulu mengalami perubahan harga di wilayah tersebut. Ironisnya bahan bakar jenis solar yang menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi sektor pertanian, periklanan maupun transportasi saat ini sulit didapatkan (27/5/2026)

Henny pengguna jasa tranportasi perairan pulang pergi palembang Makarti Jaya mengungkap bahwa saat ini ongkos sped bout tujuan kecamatan Makarti Jaya ke kota palembang mencapai angka Rp, 120,000(seratus duapuluh ribu rupiah) per satu orang penumpang.

Menurutnya lonjakan biaya tranportasi ini berangsur-angsur mengalami perubahan terhitung mulai sebelum hingga sesudah berlalunya masa kovid 19, Henny menuturkan dari Rp, 70,000 (tujuh puluh ribu rupiah, ongkos yang dimaksud terus mengalami peningkatan hingga saat ini menjadi sebesar Rp, 120,000(seratus duapuluh ribu rupiah) per satu orang penumpang tujuan palembang.

“Uji kabar lah naik lagi ongkos spit, dari tujuh puluh ribu, kemudian naik delapan puluh ribu, terus karena kovid jadi seratus ribu, sekarang tanpa alasan yang jelas jadi seratus duapuluh ribu” Ungkapnya

Hal ini dibenarkan oleh Ewin dan Mansur yang merupakan warga desa Upang Makmur, menurut Mansur ongkos sped bout dari sp3 Upang Makmur ke desa Upang Air Salek saja yang sebelumnya Rp, 50,000 kini sudah naik ke Rp, 70,000 an. Sedangkan Ewin menyebutkan bahwa terjadi kelangkaan BBM jenis solar dan kenaikan harga Pertalite maupun Pertamax

Sementara peningkatan harga sejumlah barang kebutuhan pokok di wilayah kecamatan Air Salek seminggu terakhir cukup dikeluhkan warga, seorang ibu rumah tangga berceloteh bahwa harga tepung tapioka mrek tertentu mengalami lonjakan harga sangat tinggi, hal ini diduga berkaitan pula dengan suasana hari lebaran dan sehubungan dengan peningkatan kebutuhan warga dimana dikabarkan akan maraknya acara pernikahan yang bakal digelar pada sepanjang bulan Juni ini.

“Harga sagu terong terbang tinggi diangkasa” Celoteh seorang ibu rumah tangga.

Menurut informasi dari beberapa masyarakat sekitar harga pertalite yang sebelumnya Rp, 14,000(empat belas ribu rupiah) kini naik menjadi Rp, 15,000(lima belas ribu rupiah) per liter. Begitu juga dengan BBM jenis petramax, sedangkan untuk bahan bakar minyak jenis solar Dijual eceran seharga Rp, 12,000 kendati demikian saat ini bbm jenis solar tersebut memang masih sulit didapatkan.

. Pewarna: Junaidi

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini