Beranda Daerah Asas Kemanusiaan Jadi Dasar, Antono Perjuangkan Jalur Muria Tetap Bisa di Lewati...

Asas Kemanusiaan Jadi Dasar, Antono Perjuangkan Jalur Muria Tetap Bisa di Lewati Dengan Aman

81
0

‎KUDUS | expose.web.id – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kudus, Muhammad Antono, mendatangi taman parkir bus Terminal Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus guna memberikan edukasi kepada seluruh pihak terkait permasalahan jalur transportasi bus arah Muria, Sabtu malam (8/2/2026).

‎‎Kunjungan Muhammad Antono dilakukan menyusul beredarnya informasi menyesatkan yang disampaikan oleh sejumlah oknum calo nakal di luar Terminal Bakalan Krapyak, yang menyebut jalur Colo–Muria belum bisa dilewati pasca terjadinya longsor pada 9 Januari 2026 silam.‎‎Dalam kunjungannya, Muhammad Antono menegaskan bahwa jalur transportasi bus menuju Muria sudah dapat dilalui kembali, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan transportasi umum menuju kawasan wisata religi Muria.‎‎

“Malam ini saya mengunjungi taman parkir bus Bakalan Krapyak Kudus guna memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh pihak terkait permasalahan jalur transportasi bus peziarah menuju Makam Sunan Muria. Alhamdulillah pihak pengelola terminal mau menerima apa yang saya sampaikan dengan baik,” terang Antono saat dikonfirmasi.‎‎

Lebih lanjut, Antono menjelaskan bahwa langkah yang ia lakukan dilandasi asas kemanusiaan dan kepedulian terhadap ketahanan ekonomi masyarakat sekitar Muria. Menurutnya, warga yang berprofesi sebagai pedagang, tukang ojek, dan pelaku usaha kecil sangat bergantung pada ramainya peziarah di bulan-bulan tertentu seperti Rajab dan Ruwah, sebagai bekal bertahan selama bulan Ramadan.‎‎

“Sebentar lagi masuk bulan puasa. Warga Muria hidup dari sektor ziarah. Mereka mengandalkan bulan ramai seperti Rajab dan Ruwah untuk bertahan saat Ramadan, karena hampir semua aktivitas pedagang dan ojek libur total. Ini soal kemanusiaan,” tegasnya.‎‎

Sebelumnya, Antono juga telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwajib, PBJ Pati, serta seluruh elemen, terkait rombongan peziarah asal Situbondo sebanyak 153 bus agar bisa masuk ke Terminal Muria pada tanggal 1 Januari 2025 lalu.‎‎

Ia bahkan menyatakan siap bertanggung jawab atas seluruh risiko yang mungkin terjadi demi kelancaran akses transportasi dan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukannya semata-mata demi kepentingan kemanusiaan, kelangsungan ekonomi warga, serta menjaga stabilitas sosial masyarakat di kawasan Muria.‎‎

“Ini bukan soal politik atau jabatan, ini soal kemanusiaan. Kita harus hadir untuk rakyat, apalagi dalam kondisi sulit seperti ini,” pungkasnya.‎‎

⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini