Banyuasin, Expose – Sebuah unggahan status Facebook @Eka-Fahzo. yang beredar di berbagai grup Facebook seperti Jalur 8 Telang dan Jalur Viral pada hari ini sontak menjadi sorotan publik dan menuai banyak tanggapan di kolom komentar nya, Sabtu 20 Desember 2025.
Pasalnya unggahan tersebut memuat informasi yang bersifat peringatan kepada warga masyarakat jalur agar terhindar dari korban penipuan bermodus sumbangan yang menurut keterangan pada unggahan tersebut sedang marak terjadi di wilayah Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan baru baru ini.
Melalui unggahan nya pemilik status Facebook @Eka-Fahzo. Mengungkapkan bahwa daerah jalur delapan Muara Telang perairan Kabupaten Banyuasin saat ini sedang dihebohkan oleh kemunculan kelompok misterius yang datang meminta minta sumbangan tanpa izin pemerintah setempat, ia menyebut para pelaku yang diduga sebagai kelompok penipuan ini menggunakan modus dengan menunjukkan sebuah gambar orang sakit untuk mengundang empati keprihatinan para warga yang di terget.
“Akhir-akhir ini muncul sekelompok orang yang datang bertiga, masuk ke lingkungan warga tanpa izin resmi dari RT/RW maupun lembaga terkait. Mereka meminta sumbangan dengan alasan kemanusiaan, sambil menunjukkan foto orang sakit sebagai bentuk empati” ungkapnya
Pemilik akun @ Fahzo ini juga menerangkan kecurigaan warga mulai terlihat lantaran gambar orang sakit selalu berganti setiap kelompok tersebut datang yang diperkirakan olehnya sekira setiap dua bulan sekali.
“Yang membuat warga mulai bertanya-tanya, foto orang sakit yang ditunjukkan selalu berganti setiap kurang lebih dua bulan sekali, tanpa penjelasan jelas, tanpa identitas resmi, dan tanpa dokumen pendukung yang bisa diverifikasi” terangnya
Menurut dia mempunyai rasa kepedulian adalah sifat mulia yang patut dimiliki oleh setiap orang, namun demikian menurutnya sangat penting agar warga masyarakat jalur berhati-hati agar tidak tertipu, ia menilai sumbangan dalam bentuk apapun harus pula dilakukan melalui jalur yang resmi supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.
“Kepedulian adalah hal yang mulia. Namun kepedulian juga perlu kehati-hatian. Bantuan seharusnya disalurkan melalui jalur yang jelas, terbuka, dan bertanggung jawab agar tidak disalahgunakan” nilainya
Melalui unggahan tersebut ia menghimbau masyarakat supaya waspada terhadap modus penipuan, mempunyai rasa empati adalah tidak salah akan tetapi menurutnya pemberian santunan harus dijalur yang memang terpercaya.
“Kami mengimbau warga untuk tetap berempati, namun waspada, serta memastikan setiap penggalangan dana dilakukan secara resmi dan dapat dipertanggungjawabkan demi menjaga kepercayaan dan keamanan bersama” imbuhnya
. Pewarta: Junaidi
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







