Sukabumi, Expose.web.id – Keduanya mencuat dalam penyerapan aspirasi masyarakat Kampung Cilaksana, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Menurut Ferry, kedua persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Akses air bersih menyangkut kebutuhan dasar rumah tangga, sedangkan penguatan ekonomi diperlukan untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan warga.
“Skala prioritasnya tentu terkait air bersih dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, karena dua hal itu menjadi kebutuhan fundamental untuk kemajuan daerah Cilaksana,” ujar Ferry saat menyerap aspirasi masyarakat di Madrasah Sirojul Falah, Senin (4/11/26).
Ketersediaan air bersih dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi dua persoalan strategis yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan wilayah.
Selain dua persoalan tersebut, keterbatasan fasilitas pendidikan keagamaan, khususnya Madrasah Diniyah (MD), turut menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap sarana pendidikan keagamaan mendapat dukungan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Seluruh masukan masyarakat telah dihimpun dan akan dipetakan berdasarkan kebutuhan serta kewenangan pemerintah daerah.
“Semua aspirasi sudah kami serap dan coba petakan, termasuk mencari solusi agar ke depan masyarakat Cilaksana bisa terbebas dari permasalahan-permasalahan tersebut,”
Ferry menilai, persoalan air bersih dan pemberdayaan ekonomi membutuhkan perhatian serius karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, aspirasi tersebut perlu diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.
Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Sukabumi.
‘Kebutuhan warga Cilaksana tidak berhenti sebagai catatan aspirasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat nyata,”pungkasnya.
Editor: Rinto Wahyudi







