Beranda Daerah Kepala SDN 1 Palumbonsari Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pengusiran Wartawan

Kepala SDN 1 Palumbonsari Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pengusiran Wartawan

23
0

Karawang, Expose.web.id – Polemik terkait pemberitaan dugaan pengusiran dan intimidasi terhadap sejumlah awak media di lingkungan SDN 1 Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, mendapat tanggapan langsung dari pihak sekolah. Kepala SDN 1 Palumbonsari, Hj. Beti Nurbaeti, menegaskan bahwa sekolah tetap membuka ruang komunikasi dengan insan pers.

Beti mengatakan, pihak sekolah tidak memiliki niat untuk membatasi maupun menghalangi kerja jurnalistik. Menurutnya, kedatangan wartawan untuk melakukan konfirmasi maupun bersilaturahmi merupakan hal yang dapat diterima selama dilakukan sesuai dengan ketentuan.

“Kami pada prinsipnya terbuka terhadap rekan-rekan media yang datang untuk silaturahmi maupun menjalankan tugas jurnalistik. Kalau ada informasi yang perlu dikonfirmasi, kami siap memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan pihak sekolah,” ujar Beti, Rabu (19/8/2026).

Ia meminta persoalan mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi tersebut tidak hanya dilihat dari satu sisi, melainkan berdasarkan kronologi serta kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Beti menjelaskan, dirinya tidak selalu dapat menemui awak media secara langsung ketika sedang menjalankan agenda atau pekerjaan lain. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak dapat diartikan sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran wartawan.

“Apabila pada saat kedatangan rekan-rekan media saya belum dapat menemui secara langsung, hal tersebut bukan berarti pihak sekolah menolak atau mengusir wartawan. Pada saat itu saya sedang menjalankan kegiatan lain sehingga belum dapat memberikan pelayanan secara langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, pihak sekolah berharap komunikasi antara media dengan pihak sekolah dapat berjalan dengan baik sehingga setiap persoalan dapat diklarifikasi secara proporsional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sementara itu, Ketua Komite SDN 1 Palumbonsari, Aep Apriyatna, juga menyampaikan sikap terkait persoalan tersebut. Ia menyatakan permohonan maaf apabila dalam kejadian tersebut terdapat tindakan yang dinilai sebagai pengusiran maupun intimidasi terhadap wartawan.

“Kalau memang ada dugaan pengusiran dan intimidasi kepada wartawan, kami mohon maaf. Kami pihak sekolah terbuka kepada rekan-rekan media yang mau silaturahmi ataupun memiliki keperluan lainnya, termasuk jika ingin bertemu dengan kepala sekolah,” kata Aep.

Aep mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa yang dipersoalkan tersebut lantaran dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia baru mengetahui adanya persoalan tersebut setelah pemberitaan mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi beredar.

Setelah melakukan komunikasi dengan kepala sekolah, Aep memperoleh penjelasan bahwa kondisi yang terjadi saat itu berkaitan dengan aktivitas kepala sekolah yang sedang berlangsung, sehingga belum dapat menemui awak media secara langsung.

Menurut Aep, komunikasi dan klarifikasi menjadi langkah penting untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berharap hubungan antara pihak sekolah, komite, dan insan pers tetap berjalan secara baik dan terbuka.

Pihak SDN 1 Palumbonsari pun menegaskan kembali bahwa sekolah tidak bermaksud menutup akses informasi maupun menghambat tugas jurnalistik. Setiap permintaan konfirmasi, kata pihak sekolah, akan diupayakan untuk dilayani sesuai kapasitas dan kewenangan.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai hak jawab pihak sekolah atas pemberitaan sebelumnya. Dengan adanya penjelasan tersebut, pihak sekolah berharap masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih utuh mengenai persoalan yang sempat menjadi perhatian tersebut.

(Marwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini