Beranda Daerah Langkah Tegas, Seluruh Bangunan di Atas Saluran Air Akan Ditata

Langkah Tegas, Seluruh Bangunan di Atas Saluran Air Akan Ditata

60
0

LAHAT, Expose — Bupati Lahat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah saluran air (siring) di wilayah Kota Lahat, Kamis (6/8/2026), guna memastikan fungsi drainase tetap berjalan optimal serta mengantisipasi terjadinya banjir akibat penyempitan maupun penyumbatan aliran.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menemukan masih adanya bangunan yang berdiri di atas saluran siring di sejumlah titik. Selain itu, beberapa saluran juga dipenuhi sampah dan sedimentasi yang dinilai menghambat kelancaran aliran air.

Bupati menegaskan bahwa saluran air merupakan fasilitas umum yang tidak boleh dialihfungsikan ataupun didirikan bangunan di atasnya. Menurutnya, bangunan yang berdiri di atas saluran maupun di sempadan aliran berpotensi mempersempit jalur air dan menimbulkan persoalan lingkungan.

«”Saluran air merupakan fasilitas umum yang harus dijaga fungsinya. Tidak boleh ada bangunan di atas aliran siring. Bangunan yang melanggar aturan akan ditertibkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Bupati saat meninjau lokasi.»

Ia mengimbau seluruh camat, lurah, ketua RT, dan ketua RW agar segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang aliran siring dan sungai. Sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat memahami bahwa bangunan yang berdiri di atas saluran air akan ditertibkan sesuai ketentuan demi mengembalikan fungsi fasilitas umum.

Sebagai tindak lanjut, Bupati menyampaikan bahwa seluruh camat, lurah, ketua RT, dan ketua RW di wilayah Kota Lahat dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi pada Jumat (7/8/2026). Rapat tersebut akan membahas langkah-langkah penertiban bangunan di atas saluran air, peningkatan kebersihan lingkungan, serta pelaksanaan gotong royong massal untuk membersihkan siring dan lingkungan sekitar.

Selain persoalan bangunan, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan saluran air. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah bersama masyarakat kembali menggalakkan budaya gotong royong agar aliran air tetap lancar serta lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat sejumlah titik yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lahat, di antaranya di Kelurahan Bandar Jaya, Kelurahan Talang Jawa Utara, Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kelurahan Gunung Gajah, Kelurahan Pasar Baru, serta beberapa lokasi lainnya. Di kawasan tersebut ditemukan bangunan yang berdiri di atas aliran siring sehingga dinilai mengganggu fungsi saluran air.

Dalam sidak itu, Bupati juga menyoroti adanya aktivitas pembangunan di kawasan belakang RS DKT Lahat dan Balai Yasa yang diduga merupakan proyek milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Proyek tersebut disebut dibangun di sisi bahkan pada bagian saluran siring sehingga diduga mempersempit aliran air. Pemerintah Kabupaten Lahat akan melakukan penelusuran lebih lanjut karena proyek tersebut diduga belum berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Bupati menegaskan bahwa setiap pembangunan yang berkaitan dengan fasilitas umum harus mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak mengurangi fungsi saluran air sebagai sarana pengendali drainase di wilayah perkotaan.

Pemerintah Kabupaten Lahat berharap seluruh masyarakat dapat mendukung upaya penataan fasilitas umum dengan mematuhi peraturan, menjaga kebersihan lingkungan, serta bersama-sama mengembalikan fungsi saluran air demi mewujudkan Kota Lahat yang bersih, tertib, nyaman, dan bebas dari persoalan banjir akibat penyempitan maupun penyumbatan saluran.

(Syahrial)

Editor: Junaidi

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini