Beranda Daerah Dana hibah Rp800 juta KONI Purwakarta disorot, GPRI desak transparansi alokasi dana...

Dana hibah Rp800 juta KONI Purwakarta disorot, GPRI desak transparansi alokasi dana atlet Porprov

30
0

PURWAKARTA, Expose — Dinamika kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purwakarta kembali menjadi sorotan publik. Kali ini perhatian tertuju pada pengelolaan dana hibah pembinaan Tahun Anggaran 2026 senilai Rp800 juta yang diperuntukkan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV, November mendatang (14/11/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, alokasi dana ke masing-masing cabang olahraga terlihat tidak merata, dengan rentang yang cukup jauh — mulai dari Rp5 juta hingga Rp30 juta per cabor. Para atlet pun menyampaikan keluhan terkait besaran dana persiapan yang diterima: atlet berprestasi sekitar Rp500 ribu per orang, atlet nonprestasi Rp350 ribu, dan terdapat informasi adanya pemotongan Rp50 ribu per atlet. Hal ini memunculkan dugaan selisih dana yang perlu penjelasan resmi.

Ketua LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) Purwakarta, Tedi Setiadi, SE, menyoroti ketidakjelasan mekanisme pembagian tersebut.

“Alokasi yang tidak transparan dan tidak merata ini sangat meresahkan. Dana rakyat sebesar Rp800 juta harus dapat dipertanggungjawabkan secara rinci, terbuka, dan dapat diakses oleh publik,” tegas Tedi.

Ia menambahkan, perbedaan yang terlalu lebar antar-cabor serta pemotongan kepada atlet memunculkan pertanyaan wajar: atas dasar apa besaran itu ditetapkan, dan ke mana sisa dana tersebut dialokasikan?

“Atlet adalah ujung tombak prestasi daerah. Jika yang mereka terima justru sangat kecil dan dipotong pula, bagaimana kita menargetkan hasil maksimal di Porprov? Jangan sampai dana yang seharusnya untuk pembinaan justru tidak sampai ke mereka yang berjuang,” ujar Tedi.

Disporaparbud: Dana sudah diserahkan ke KONI

Sementara itu, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta menegaskan dana hibah Rp800 juta telah disalurkan sepenuhnya kepada KONI Purwakarta.

“Anggaran sudah diserahkan kepada KONI sesuai pengajuan. Teknis pembagian ke cabang olahraga merupakan kewenangan internal KONI,” ujar sumber di lingkungan dinas yang enggan disebutkan namanya.

KONI Diminta Segera Memberikan Penjelasan

Tedi mendesak KONI Purwakarta untuk segera membuka rincian alokasi dana secara terbuka: dasar penetapan besaran per cabang, daftar penerima, serta laporan penggunaan dana tersebut.

“Kami tidak menuduh, tetapi kami menuntut keterbukaan. Uang rakyat bukan milik sekelompok orang untuk diatur sesuka hati. Semakin cepat KONI menjelaskan secara rinci, semakin cepat pula keraguan publik dapat dihilangkan,” tandas Tedi.

Persiapan Porprov menjadi momen penting bagi Purwakarta untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga. Dukungan yang transparan, tepat sasaran, dan akuntabel dinilai menjadi kunci keberhasilan para atlet.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan maupun mekanisme pembagian dana hibah Rp800 juta tersebut. Masyarakat dan insan olahraga masih menantikan penjelasan resmi.(Red )

Sumber: GPRI Purwakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini