PONTIANAK | Expose ~ Musim kemarau yang melanda Kota Pontianak kini mulai membawa dampak serius terhadap ketersediaan pasokan air bersih dan memicu keresahan di tengah warga. Di tengah kondisi cuaca yang kian kering, lonjakan permintaan akan air bersih justru dimanfaatkan oleh sebagian oknum penjual untuk menaikkan harga pasaran secara tidak wajar. Situasi ini mengundang perhatian serius dari Pemerintah Kota Pontianak karena dinilai semakin memberatkan beban ekonomi harian warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Menanggapi fenomena permainan harga tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membeli air galon jika harga yang ditawarkan penjual sudah melebihi batas kewajaran. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk melindungi konsumen dari praktik спеkulasі yang memanfaatkan momen kelangkaan. Masyarakat diharapkan bisa lebih kritis dan kompak menolak transaksi jual beli yang mematok tarif tidak masuk akal demi menekan ruang gerak para pedagang nakal.
Imbauan tegas dari Wali Kota Pontianak ini disampaikan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk perlindungan nyata agar warga tidak semakin terbebani di tengah krisis air bersih yang memuncak. Lonjakan harga yang tidak terkendali dinilai hanya akan memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang sudah kesulitan menghadapi dampak kemarau panjang. Pemkot Pontianak menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga stabilitas harga agar pemenuhan kebutuhan pokok tidak menjadi beban berat yang memicu krisis baru.
Pemerintah Kota Pontianak juga menegaskan akan terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan pasokan air di lapangan guna memastikan keadilan distribusi bagi seluruh warga. Di saat yang sama, masyarakat dianjurkan untuk saling mengawasi serta melaporkan indikasi lonjakan harga yang mengarah pada penyalahgunaan situasi. Melalui sinergi antara tindakan tegas pemerintah dan ketelitian warga dalam bertransaksi, diharapkan harga air bersih di Pontianak dapat segera kembali stabil dan terjangkau bagi semua penjuru kota.
(Tim/Red)







