Sukabumi, Expose.web.id – Kepala SMAN 5 Sukabumi, Rahmat menegaskan bahwa Fuji Mirai bukan sekolah vokasi. Program tersebut merupakan pendidikan tambahan atau topping yang melengkapi pembelajaran reguler di sekolah.Program Fuji Mirai memberikan pendidikan tambahan berupa Bahasa Jepang, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pengenalan budaya dan etos kerja Jepang.
Program ini dimulai sejak siswa duduk di kelas 10. Bagi peserta yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi, kesempatan untuk mengikuti program kerja ke Jepang, dilansir.28/8/2026.
Saat ini, sebanyak 210 siswa SMAN 5 Kota Sukabumi mengikuti program tersebut. Mereka terdiri dari 86 siswa kelas 10, 84 siswa kelas 11, dan 40 siswa kelas 12.
Peserta Fuji Mirai saat ini menjalani penguatan kompetensi Bahasa Jepang. Selain kemampuan bahasa, siswa juga mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pemahaman mengenai budaya kerja di Jepang.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum siswa mengikuti proses kualifikasi, administrasi, dan tahapan lain yang diperlukan untuk bekerja di Jepang.
“Dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh warga SMAN 5 Kota Sukabumi. Apresiasi ini menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dan mampu membuka peluang masa depan yang lebih luas bagi peserta didik,” ujarnya,
Program tersebut juga mulai menunjukkan hasil. Dari alumni SMAN 5 Kota Sukabumi angkatan 2025, sebanyak tiga orang telah berangkat ke Jepang. Sementara itu, tujuh alumni lainnya dijadwalkan berangkat pada bulan ini dan bulan depan.
Kehadiran Fuji Mirai juga mendukung upaya membuka akses kerja yang lebih luas bagi generasi muda Kota Sukabumi. Peluang kerja ke Jepang dinilai menjadi salah satu pilihan bagi lulusan SMA yang ingin langsung memasuki dunia kerja sekaligus mendapatkan pengalaman internasional.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Melalui program BESTARI dari Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, sebanyak 530 warga Kota Sukabumi telah diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri.
Keterbatasan lahan di Kota Sukabumi membuat penyerapan tenaga kerja tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan kawasan industri atau pendirian pabrik berskala besar.
Karena itu, peningkatan keterampilan dan pembukaan akses kerja ke luar negeri menjadi salah satu strategi yang terus didorong.
.“Melalui berbagai program tersebut, SMAN 5 Kota Sukabumi ingin memastikan siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” pungkasnya.
Selain Fuji Mirai, SMAN 5 Kota Sukabumi terus mengembangkan berbagai inovasi pendidikan. Di antaranya digitalisasi pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta pengembangan minat dan bakat siswa.
Editor: Rin







