Beranda Daerah Dampak Pemancangan Subang Metropolitan Rumah Warga Cibeureum Retak, Aparat RT/RW Absen

Dampak Pemancangan Subang Metropolitan Rumah Warga Cibeureum Retak, Aparat RT/RW Absen

82
0

SUBANG, Expose.web.id — Puluhan warga Kampung Cibeureum RT 16/RW 07, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, menggelar pertemuan darurat di balai musyawarah setempat. Pertemuan tersebut diadakan guna menyikapi dampak proyek pemancangan di kawasan industri Subang Metropolitan (Suryacipta) yang diduga memicu keretakan pada rumah-rumah warga (16/8).

Namun, musyawarah warga tersebut disayangkan banyak pihak karena tidak dihadiri oleh aparat RT maupun RW setempat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sumber warga Desa Wantilan di lokasi kejadian, pertemuan tersebut diinisiasi dan dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, tokoh pendidik, perwakilan pengurus Karang Taruna, serta tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya demi kenyamanan bersama.

Sumber warga Desa Wantilan membenarkan adanya keluhan massal terkait kondisi hunian mereka sejak proyek pemancangan dimulai. Warga berkumpul untuk menyatukan aspirasi dan mencari solusi atas kerugian fisik bangunan yang mereka alami.

“Kami berkumpul untuk mempertanyakan tanggung jawab dan dampak lingkungan dari proyek Subang Metropolitan ini. Sayangnya, di saat warga membutuhkan kehadiran dan jembatan aspirasi, aparat RT dan RW setempat justru tidak hadir,” ujar salah satu sumber warga yang bertindak sebagai perwakilan masyarakat dalam musyawarah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak Ketua RT 16, Ketua RW 07, serta Kepala Desa Wantilan untuk meminta klarifikasi terkait alasan ketidakhadiran mereka dalam musyawarah warga tersebut.

Secara terpisah, pihak manajemen pengelola kawasan Subang Metropolitan (Suryacipta) juga sedang dikonfirmasi oleh media untuk memberikan tanggapan resmi mengenai prosedur amdal, dampak getaran pemancangan, serta mekanisme ganti rugi atau kompensasi bagi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat aktivitas proyek.

(Red/yusef)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini