Beranda Nasional Kenyataan nya Upah Pengupas Bawang di Sukabumi Berbeda Dengan Pidatonya Presiden Prabowo...

Kenyataan nya Upah Pengupas Bawang di Sukabumi Berbeda Dengan Pidatonya Presiden Prabowo Saat Sidang Tahunan Bersama DPR-RI

58
0

Sukabumi, Expose.web.id – Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian asal Bogor, Jawa Barat bernama Susanah. Susanah merupakan salah satu penerima bantuan program keluarga harapan (PKH).Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8) sempat viral di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat publik.

Kepada ratusan anggota DPR RI Presiden Prabowo, memperkenalkan Susanah,sebagai buruh harian pengupas bawang yang disebut mendapatkan upah sebesar Rp 700.000 per kilogram (kg).

“Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” kata Prabowo mengutip dari Kompas TV, Minggu (16/8/2026).

Realitasnya jauh berbeda dengan potret buruh pengupas bawang di Kota Sukabumi, Jawa Barat .Sebut saja Y(50)dirinya mengaku sudah sejak lama menjadi buruh kupas bawang putih, saat itu dirinya baru memiliki 3 anak dan mulai menjajal profesi tersebut, hingga kini ibu asal Selajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi tersebut telah memiliki 8 anak.Buruh pengupas bawang di Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi itu mengaku bahwa ia mendapatkan bayaran Rp 10.000 untuk satu karungnya.

Y,mendapatkan bayaran itu, kala telah selesai memisahkan bonggol dengan bawangnya.
Dalam setiap harinya, Y, bisa menyelesaikan 3 hingga 4 karung bawang putih, dengan berat sekitar 20 Kilogram untuk setiap karungnya.

Saat ditemui di Pasar Tipar Gede Y, mengatakan kalau satu hari dirinya mampu 3 sampai 4 karung, dapat upahnya dihitung per karung. Satu karung itu Rp 10.000.Dalam satu hari ia bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 40.000 dari 4 karung bawang putih yang ia kupas.Uang tersebut menjadi sumber penghasilan untuk menyambung hidupnya hari demi hari.

Y, harus menyisakan sekitar Rp 15.000 untuk membayar tukang ojek dan angkutan kota sebagai transportasi ia berangkat menjadi buruh kupa bawang putih. “Upahnya nanti suka buat ongkos kesini, bayar ojek 10 ribu terus naik angkot R 5.000. Alhamdulillah sisanya mah suka dibelikan beras 2 liter mah,”

Saat ditanya ada seorang buruh kupas bawang sedang upah Rp 700.000 per kilogram, lantas tersenyum seraya bertanya keheranan. Selain itu, jika ada buruh pengupas bawang dengan bayaran tersebut Y,sangat berminat. “Nya duka teu terang si Umi mah, meureun hoyang meureun. da sakieu (satu karung) Rp 10.000 upahnya, (ya gak tahu ibu mah, mungkin mau (dapat upah Rp 700.000), di sini satu karung Rp 10.000 upahnya),”pungkasnya.

Editor: Rinto w

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini