Sukabumi, Expose.web.id – Langkah preventif yang diambil oleh Disperkim Kabupaten Sukabumi ini ditujukan untuk membenahi sistem sanitasi lingkungan yang selama ini belum berjalan optimal. Salah satu langkah dilakukan melalui pembangunan saluran drainase di kawasan permukiman Kampung Selaawi, RT 018 RW 004,Desa Warnasari.
Sebagai bentuk transparansi publik, proyek infrastruktur ini didanai melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 124.013.000. Dalam pelaksanaannya, Disperkim menunjuk CV Kujang Kembar sebagai mitra penyedia jasa.
Rusaknya saluran air di wilayah tersebut kerap memicu genangan saat curah hujan tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan,proyek ini merupakan bagian dari cetak biru program strategis dinas dalam mewujudkan target permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni.
Dikutip Minggu (19/7/2026). Agus hilmansyah Pengawas Lapangan Disperkim Kabupaten Sukabumi, beberapa saat yang lalu menjelaskan,”Disperkim memandang bahwa keberadaan sistem drainase yang andal merupakan komponen vital dalam mitigasi bencana banjir skala lingkungan, sekaligus instrumen vital dalam mendongkrak indeks kesehatan masyarakat,”
Disperkim,menerapkan standar pengawasan yang ketat di lapangan agar seluruh tahapan konstruksi memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan demi menjamin kekuatan struktur dan masa pakai bangunan yang panjang.
“Aspek keberlanjutan dari infrastruktur ini sangat bergantung pada kepedulian warga dalam merawatnya. Perlu ada kerja sama untuk menjaga saluran ini tetap bersih dari sumbatan sampah,”jelasnya.
Kehadiran program penataan lingkungan dari Disperkim Kabupaten Sukabumi ini mendapat respons positif dari banyak pihak terutama warga setempat yang telah lama mengeluhkan buruknya drainase di permukiman mereka.
Masyarakat mengapresiasi kepekaan Disperkim serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memprioritaskan pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung pada keseharian masyarakat kecil.
“Kami sangat bersyukur atas perbaikan drainase ini. Sebelumnya, air selalu menggenang karena saluran yang ada sudah rusak parah,selain becek, kami juga khawatir karena genangan itu sering menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk yang dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah baru bagi kami,”pungkasnya.
Editor: Rin
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








