Palembang,Expose – Ditengah kesibukan para mahasiswa mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS), terdapat tiga orang mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang yang justru tengah menghadapi ujian berbeda. Bukan berupa mata kuliah, melainkan terkendalanya tunggakan biaya pendidikan sehingga cemas akankah mereka bertiga masih bisa duduk di ruang ujian karena permasalahan tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh berbagai upaya pun telah dilakukan. Dengan harapan tetap diperbolehkan mengikuti UAS sembari melanjutkan kewajiban melunasi biaya pendidikan sesuai kemampuan keluarga, bersama para wali ketiga-tiganya sudah pula mendatangi pihak kampus untuk memohon kebijakan agar sisa tunggakan biaya kuliah dapat dibayarkan secara bertahap. Namun hingga kini permohonan tersebut belum juga memperoleh persetujuan.
Diding, salah seorang wali yang mendampingi mahasiswi bernama Nabilah Nuraisah mengaku keluarganya tidak pernah berniat mengabaikan kewajiban membayar biaya kuliah. Menurutnya kondisi ekonomi keluarga membuat pelunasan secara sekaligus menjadi hal yang sulit dilakukan.(12/7/2026)
“Kami tidak meminta dibebaskan dari kewajiban. Kami hanya memohon diberikan kesempatan untuk mengangsur. Yang terpenting, anak-anak ini tetap bisa mengikuti ujian dan menyelesaikan kuliahnya,” ujar Diding.
Ia menjelaskan, sebelumnya keluarga memperoleh informasi bahwa pembayaran dapat dilakukan secara bertahap. Atas dasar itu mereka terus berusaha memenuhi kewajiban sesuai kemampuan. Namun menurutnya belakangan mereka diminta melunasi seluruh tunggakan sebelum mahasiswa diperkenankan mengikuti Ujian Akhir Semester.
Tidak hanya berkomunikasi langsung dengan pihak kampus, Diding juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta bantuan melalui organisasi Aisyiyah Kabupaten Banyuasin untuk menjembatani penyampaian aspirasi kepada pihak Universitas Aisyiyah Palembang. Kendati demikian la berkata bahwa upaya yang diharapkan dapat membuka ruang dialog dan menghadirkan solusi pertimbangan kondisi ekonomi mahasiswa tersebut belum pula menemukan hasil sebagaimana yang diharapkan.
“Saya berharap masih ada ruang kebijakan. Anak-anak ini sudah berjuang sampai semester enam. Sangat disayangkan jika mereka harus berhenti hanya karena belum mampu melunasi tunggakan sekaligus,” katanya.
Salah seorang anggota Aisyiyah Banyuasin yang turut membantu proses komunikasi menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak terkait di lingkungan kampus. Berdasarkan informasi yang diterima, kebijakan tersebut merupakan hasil keputusan rapat sehingga mahasiswa tetap diwajibkan melunasi seluruh tunggakan sebelum mengikuti ujian
Sedangkan bagi ketiga mahasiswi, bangku kuliah bukan sekadar tempat menimba ilmu. Di sana tersimpan harapan orang tua, pengorbanan keluarga, serta impian untuk meraih masa depan yang lebih baik. Mereka berpendapat bahwa UAS bukan sekadar evaluasi hasil belajar, melainkan penentu apakah perjuangan selama enam semester dapat terus berlanjut atau justru terhenti karena persoalan finansial yang kini, perjalanan akademik hingga semester enam benar-benar terancam terhenti sebelum mencapai garis akhir
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa perjuangan mahasiswa tidak selalu berhenti pada proses belajar di ruang kelas. Di balik nilai akademik dan jadwal perkuliahan, ada sebagian mahasiswa yang harus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mempertahankan haknya untuk mengenyam pendidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan keringanan pembayaran tersebut maupun klarifikasi dari pihak kampus sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
. Sumber SMSI Sumsel
. Editor: Junaidi
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








