Beranda Daerah Diduga Bantuan Salah Sasaran Bahan Pangan Dijual belikan

Diduga Bantuan Salah Sasaran Bahan Pangan Dijual belikan

7
0

Banyuasin,Expose – Diduga data pemberian bantuan bahan pangan berupa dua puluh kilogram beras disertai dengan empat liter minyak goreng alokasi Maret-februari 2026 kerjasama pemerintah pusat Bulog yang disalurkan melalui masing-masing pemerintah desa kelurahan masih ada yang tidak tepat sasaran.

Hari ini terpantau di sebuah grup jual-beli sosial media seorang mengunggah satu karung beras bantuan untuk dijual seharga Rp, 120,000(seratus dua puluh ribu rupiah) hal ini tentu saja tuai sorotan, pasalnya beras adalah bahan kebutuhan pokok pangan yang paling penting dalam setiap rumah tangga, terlebih lagi beras tersebut didapat dari bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Hasil investigasi beberapa waktu lalu seorang warga berinisial Sl (60) penduduk desa Siharjo kecamatan Air Salek kabupaten Banyuasin Sumsel mengungkapkan bahwa menurut pandangan pribadinya bantuan banpang dinilai masih belum sesuai peruntukan bagi masyarakat sekitar wilayah kecamatan ini yang mayoritas merupakan petani padi.

Dirinya sepakat, “selain beras” jika bantuan pangan disalurkan berupa minyak goreng dan bahan kebutuhan pokok lainnya saja, karena menurut dia kebanyakan para petani justru menjual beras hasil garapan mereka untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti keperluan dapur serta biaya hidup sehari-hari

“Kalau minyak masih okelah, tapi beras sepertinya kurang tepat karena petani ngak butuhkan beras, ujung-ujungnya nanti malah dijual, lain dengan pekebun atau masyarakat nelayan seperti di pesisir Upang, Sungsang, yang kerjaan penduduknya mencari ikan atau para pekebun mereka memang butuhkan beras” Nilainya

Ironisnya, alamat pengunggah status yang menjual beras bantuan pangan dimaksud ternyata berlokasi di seputaran Mata Merah kota Palembang, bukan area pertanian maupun pelosok pedesaan tetapi justru di wilayah perkotaan yang harga berasnya sudah sangat tentu jauh lebih mahal dibandingkan daerah pedesaan.

Dengan adanya penjualan bantuan bahan pangan ini adalah sebuah bukti diperlukannya sebuah kajian bahwa berkemungkinan bahan yang disalurkan tak begitu dibutuhkan oleh si penerima, bisa jadi status ekonomi penerima terbilang cukup mampu alias menengah ke atas, atau justru malah para pengusaha yang termasuk dalam data penerima manfaat bantuan.

Sementara itu melalui investigasi masih terdapat pula di beberapa daerah yang masyarakatnya tampak miskin tetapi mengaku tidak pernah menerima bantuan sosial apapun dari pemerintah.

. Pewarta: junaidi

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini