Beranda Daerah Ramadhan, Infrastruktur, dan Kebersamaan Wali Kota Bekasi di Tengah Jamaah Nurul Ikhwan

Ramadhan, Infrastruktur, dan Kebersamaan Wali Kota Bekasi di Tengah Jamaah Nurul Ikhwan

250
0

Kota Bekasi, Expose — Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga momentum kebersamaan. Itulah yang tampak ketika Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, hadir dalam tarawih keliling di Masjid Jami Nurul Ikhwan, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Selasa (3/3/2026). Malam itu, suasana masjid dipenuhi jamaah yang tak sekadar menunaikan salat, tetapi juga menyimak arah pembangunan kota dari pemimpin mereka.

Tarawih Keliling: Lebih dari Sekadar Ritual
Program tarawih keliling yang rutin digelar Pemerintah Kota Bekasi selama Ramadhan bukan hanya agenda seremonial. Ia menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, di mana silaturahmi bertemu dengan transparansi. Tri Adhianto memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan capaian pembangunan, mulai dari perbaikan jalan, pembenahan drainase, hingga peningkatan fasilitas publik.

“Alhamdulillah, berbagai program pembangunan terus kita jalankan. Perbaikan jalan, pembenahan drainase, serta peningkatan fasilitas umum menjadi fokus agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya,” ujar Tri di hadapan jamaah.

Pembangunan Fisik dan Spiritualitas
Namun, pesan yang disampaikan Tri tidak berhenti pada infrastruktur. Ia menekankan bahwa pembangunan sejati adalah keseimbangan antara fisik dan spiritual. Bekasi, menurutnya, harus tumbuh sebagai kota yang maju sekaligus berakar pada nilai kebersamaan dan keagamaan.

“Kita ingin Bekasi bukan hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam kebersamaan dan nilai keagamaan. Ramadhan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan saling peduli,” tambahnya.

Resonansi di Tengah Jamaah
Bagi warga Masjid Jami Nurul Ikhwan, kehadiran Wali Kota bukan sekadar simbol. Mereka menyambut hangat kesempatan berdialog langsung dengan kepala daerah. Ada rasa kedekatan yang lahir dari interaksi sederhana: pemimpin yang hadir, mendengar, dan berbicara di tengah masyarakat.

Suasana tarawih berlangsung tertib dan khusyuk. Usai salat, percakapan ringan antara warga dan Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya angka dalam laporan, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat.

Makna Sosial dari Tarawih Keliling
Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana pemerintah berusaha merajut hubungan dengan masyarakat melalui jalur religius. Di tengah tantangan urban seperti banjir, kemacetan, dan kebutuhan layanan publik, tarawih keliling menjadi jembatan emosional. Ia menghadirkan wajah pemerintah yang tidak sekadar birokratis, tetapi juga hadir dalam ruang spiritual warga.

Tri menutup pesannya dengan ajakan menjaga lingkungan, memperkuat gotong royong, dan mendukung program pemerintah. Harapannya, pembangunan Bekasi benar-benar sesuai dengan aspirasi warga, bukan sekadar proyek dari atas.(Syarif)

⚠️ Pernyataan
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini