Bekasi, Expose — Di tengah semarak bazar Ramadhan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama istri Wuri Handayani dan Ketua TP PKK Wiwiek Hargono Tri Adhianto melakukan aksi sederhana namun sarat makna: memborong takjil dari pelaku UMKM. Tindakan ini bukan sekadar belanja, melainkan pesan simbolis tentang pentingnya mendukung ekonomi kerakyatan (3/3/2026).
UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Lokal
Bazar UMKM Ramadhan 1447 yang digelar di Stadion Mini Kecamatan Mustika Jaya menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha kecil, dan masyarakat. Harris Bobihoe menegaskan bahwa UMKM adalah motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus penopang daya saing daerah. “Dengan adanya bazar-bazar selama Ramadan, diharapkan UMKM kita semakin berkembang, perekonomian semakin kuat,” ujarnya.
Momentum Ramadhan, menurutnya, bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga kesempatan promosi. Gerai takjil dan produk lokal menjadi etalase kreativitas warga yang layak mendapat dukungan publik.

Dimensi Sosial: Dukungan Nyata, Bukan Seremoni
Aksi memborong takjil oleh Wawali dan jajaran PKK memberi pesan bahwa dukungan terhadap UMKM harus nyata, bukan sekadar retorika. Kehadiran pejabat daerah di lapak UMKM memberi legitimasi sekaligus dorongan moral bagi pelaku usaha kecil yang kerap berjuang di tengah keterbatasan modal dan akses pasar.
Respon positif dari para pelaku UMKM menunjukkan bahwa aksi simbolis ini mampu membangun kepercayaan. Bagi mereka, dukungan pemerintah bukan hanya soal regulasi, tetapi juga keberpihakan dalam praktik sehari-hari.
Dimensi Ekonomi: Ramadhan sebagai Pasar Strategis
Ramadhan selalu menjadi periode dengan intensitas belanja tinggi. Bazar UMKM yang digelar pemerintah daerah bukan hanya ajang transaksi, tetapi juga strategi memperluas pasar. Produk lokal yang kompetitif secara harga dan kualitas diharapkan mampu bersaing dengan produk industri besar.
Dengan mengajak masyarakat meramaikan bazar, Harris Bobihoe ingin menumbuhkan budaya konsumsi yang berpihak pada produk lokal. Hal ini sejalan dengan visi membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Makna Lebih Luas
Aksi borong takjil UMKM oleh Wawali Bekasi bukan sekadar gestur Ramadhan. Ia adalah refleksi kebijakan yang menempatkan UMKM sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah. Di tengah tantangan global, dukungan terhadap usaha kecil menjadi strategi menjaga ketahanan ekonomi sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat.(Syarif)
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







