Sukabumi, Expose.web.id – Dengan tagline “Hari Baru Aman dan Nyaman di Sekolah” Menandai dimulainya langkah awal untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,MPLS tingkat SMP di tahun ajaran 2026/2027 ini diikuti 4.700 peserta didik Se-Kota Sukabumi sebagai Momen dimulainya kehidupan baru bagi para peserta.
MPLS tahun ini bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, melainkan menjadi momentum membentuk karakter peserta didik sesuai Profil Lulusan. Siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman dan bertakwa, memiliki rasa kebangsaan, berpikir kritis, mandiri, mampu berkolaborasi, serta memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik,tegas kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Sukabumi Novian Restiadi,dikutip dari Radar Sukabumi.com Selasa,14/7/2026.
“Kami ingin peserta didik baru merasa diterima, dihargai, dan nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Lingkungan sekolah harus benar-benar ramah anak,”
MPLS 16 SMP Negeri yang ada di Kota Sukabumi, wajib mengedepankan prinsip sekolah ramah anak dan tidak boleh ada praktik perpeloncoan, tindak kekerasan, maupun perundungan (bullying) dalam bentuk apa pun.
sekolah harus menjadi ruang yang mampu mengembangkan potensi, minat, dan bakat setiap peserta didik secara keseluruhan.
“Kami menginginkan anak-anak tidak hanya menjadi siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, ber akhlakul karimah, mampu bekerja sama, saling menghormati, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,”
“Di sekolah negeri tidak ada lagi biaya yang dibebankan kepada orang tua untuk pembelian LKS ataupun yang lainnya. Untuk seragam sekolah, masyarakat dipersilakan membeli di mana saja. Sekolah hanya dapat menyediakan seragam tertentu, tetapi yang paling penting harganya harus wajar dan tidak memberatkan orang tua,”
“Lingkungan sekolah yang bebas kekerasan serta didukung kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik diyakini akan melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
Disdikbud Kota Sukabumi kembali mengingatkan, untuk seluruh satuan pendidikan negeri agar tidak membebani orang tua. Sekaligus memastikan tidak ada lagi kewajiban membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) maupun bentuk pembelian lain yang bersifat memaksa.
Didunia pendidikan.Kewajiban Guru dan kepala sekolah berperan sebagai pembimbing sekaligus fasilitator yang mendampingi peserta didik menjalani masa transisi dari jenjang pendidikan sebelumnya juga memberikan ilmu yang bermanfaat sekaligus sebagai contoh yang baik untuk para murid,menjadikan bekal lahir dan batin bagi para siswa kelak kemudian hari.Lingkungan pendidikan berpengaruh besar akan tumbuh kembangnya siswa, dari lingkungan yang sehatlah tumbuh generasi Bangsa yang bisa dibanggakan.
Editor; Rinto Wahyudi
Seluruh tulisan yang dimuat di Expose.web.id merupakan hasil karya jurnalistik redaksi. Kami menerima sanggahan dan hak jawab dari pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.








