Beranda Daerah 134 Santri Pondok Pesantren Baiti Jannati Sukabumi, yang Mengalami keracunan MBG kini...

134 Santri Pondok Pesantren Baiti Jannati Sukabumi, yang Mengalami keracunan MBG kini Berangsur Membaik

76
0

Sukabumi, Expose.web.id – Sebagian besar pasien yang dilarikan ke RSUD Syamsudin SH dan RSUD Al Mulk Sukabumi sudah diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan medis.Suasana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) kedua rumah sakit daerah tersebut sempat disibukkan oleh penanganan pasien.Para santri yang tiba langsung mendapatkan pemeriksaan, pemberian obat-obatan, hingga pemberian cairan infus untuk menstabilkan kondisi fisik mereka,15/8/2026.

Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Humas RSUD Syamsudin SH, dr. Irfanugraha Triputra, menyampaikan bahwa gelombang pasien mulai masuk ke IGD sejak pukul 08.30 WIB. Total ada 134 santri yang ditangani di RSUD Syamsudin SH.

“Pasien datang mulai jam 08.30 WIB dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan mencret. Berdasarkan pengakuan, mereka mengeluhkan sakit usai menyantap makanan,”

Ia memastikan mayoritas pasien yang ditangani di RSUD Syamsudin SH sudah dapat kembali ke pondok pesantren. Meski demikian, empat di antaranya masih bergejala dan harus menjalani rawat inap.

“Sudah diperiksa, diberi obat, dan sebagian dipasang infus. Dari total 59 pasien, sebanyak 55 orang sudah dipulangkan, empat orang di antaranya masih menjalani rawat inap, dan sisanya masih dalam penanganan serta observasi,” jelasnya.

Kondisi serupa terjadi di RSUD Al Mulk Sukabumi. Direktur RSUD Al Mulk, Deni Purnama, mengungkapkan bahwa pihaknya menangani 79 santri dari Pesantren Baiti Jannati yang berdatangan secara bertahap sejak pukul 07.30 WIB.

“Sebagian besar santri mengeluhkan mual, muntah, pusing, nyeri kepala, nyeri perut, diare, hingga ada beberapa yang merasakan sesak napas,” papar Deni.

Deni memastikan seluruh pasien ditangani secara intensif dan dipastikan tidak ada santri yang berada dalam kondisi kritis. “Kondisi pasien saat ini sudah mulai membaik. Tidak ada yang kritis, semuanya aman. Beberapa pasien kita observasi, dan jika membaik akan langsung kami pulangkan. Namun yang masih butuh perawatan tetap akan kita rawat,”

“Dugaannya masih diinvestigasi oleh Dinas Kesehatan, tapi dari informasi awal memang mengarah setelah menyantap makanan. Mengenai sampel makanan, Dinkes yang sedang melakukan investigasi, kami fokus pada penanganan pasiennya,”

Ia juga menegaskan seluruh biaya pengobatan para santri selama menjalani perawatan medis ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. “Untuk pembiayaan seluruh pasien ini, semuanya ditanggung oleh pemerintah,” pungkasnya.

Editor: Rin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini