Sukabumi, Expose.web.id – Lurah Limusnunggal Dedi Supriadi, mengatakan adanya tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul sejak pekan sebelumnya saat plafon mulai jebol pada 30 Oktober 2026.
“Sebetulnya seminggu yang lalu pas 30 Oktober yang pertama jebol plafonnya. Dikira saya cuman plafonnya doang, dilihat pas ke atasnya ternyata sikut-sikutnya sudah pada patah, terus penahan-penahannya sudah memang sangat mengkhawatirkan ternyata,”Dilansir Sabtu,7/11/2026.
Melihat kondisi tersebut, langkah pencegahan langsung diambil untuk menyelamatkan aset yang berada di dalam ruangan.
“Dari beberapa hari kemarin kita sudah antisipasi, barang-barang yang sifatnya memang berharga kita sudah amankan, karena saya melihat kondisi bangunan memang sudah tidak ada (harapan), sudah ada kemungkinan pasti ambrol,”
Menurut Dedi, bangunan aula tersebut sudah berdiri sejak 2003 dan belum pernah direnovasi secara total. “Kalau perbaikan hanya sebatas benerin yang bocor-bocor,”
“Karena memang bangunannya sudah lumayan tua juga sih, dilihat dari sistem bangunannya juga, sistem paké bor, dulu mah pakai besi yang dibaut gitu,”
Dedi tak menampik jika insiden ini mengganggu agenda pertemuan di wilayahnya. Aula tersebut merupakan pusat kegiatan bagi 13 RW dan 44 RT di Kelurahan Limusnunggal.
“Itu khusus aula pertemuan, ruang pertemuan. Hanya mungkin terdampak apabila ada kegiatan-kegiatan yang memang dilaksanakan di aula,”
Sebelum atap benar-benar ambruk, pihak kelurahan mengaku sudah berkirim surat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi dengan tembusan ke Bappeda dan DPRD.
“Sebetulnya kemarin sebelum kejadian ini kita sudah bersurat melalui PUTR, tembusan ke Bappeda, bahkan melalui dewan juga sudah. Pas begitu keliatan ambrol plafonnya itu kita langsung bersurat. Intinya kemarin tuh dari pihak PUTR juga sudah sempat datang ke sini untuk melihat kondisinya. Hanya mungkin kita juga kalau secara teknis mau dibangun kapan atau begitu paham lah kalau masalah bangunan itu,” paparnya.
Dedi pun berharap perbaikan aula dapat segera direalisasikan agar pelayanan publik dan kegiatan masyarakat bisa kembali berjalan normal.
Di sisi lain, petugas BPBD Kota Sukabumi telah dikerahkan ke lokasi untuk penanganan awal. Kerusakan mencakup area seluas kurang lebih 16×15 meter persegi dengan estimasi kerugian mencapai lebih dari Rp 50 juta.
“Kalau harapan tentunya ya memang sangat-sangat berharap sekali untuk secepatnya, Pak. Karena memang untuk kelurahan Limusnunggal yang memang kondisi saat ini jumlah RW ada 13, kemudian RT 44 yang sifat kegiatannya sedikit banyak. Kami sangat membutuhkan sekali untuk aula pertemuan,” pungkasnya. ( Rin/ Abeng )
Editor: Rinto Wahyudi







