Beranda Daerah Lapas Kelas II A Warungkiara Memberikan Bekal Agama Serta Berbagai Ketrampilan Untuk...

Lapas Kelas II A Warungkiara Memberikan Bekal Agama Serta Berbagai Ketrampilan Untuk warga Binaan Saat Bebas Nanti

56
0

Sukabumi, Expose.web.id – Sebanyak 1.359 warga binaan rutin mengikuti berbagai kegiatan bimbingan, mulai dari pelatihan keterampilan kerja, pendidikan, hingga pembinaan karakter, yang semuanya disiapkan sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat kelak.

Program pembinaan kemandirian yang dijalankan sangat beragam. Warga binaan diajak membuat keset, anyaman besek ikan, lap kebersihan, lukisan, celengan, replika pohon bonsai, hingga kotak tisu. Selain kerajinan tangan, tersedia pula pelatihan perbengkelan, perkayuan, peternakan, dan pertanian.

Masing-masing kegiatan membawa manfaat yang berbeda. Kerajinan tangan melatih ketelitian dan daya cipta, sementara pelatihan perbengkelan dan perkayuan membekali mereka dengan keahlian teknis yang bisa langsung digunakan. Bidang pertanian dan peternakan juga memberi pengalaman mulai dari proses perawatan hingga memanen hasil kerja sendiri. Semua ini bertujuan agar saat masa tahanannya selesai, mereka memiliki kemampuan yang berguna untuk membangun kembali kehidupannya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Kelas IIA Warungkiara, Ibnu Wibowo, menegaskan bahwa suasana yang aman dan tertib adalah syarat utama agar seluruh kegiatan pembinaan dapat berjalan dengan baik.

“Keamanan adalah pondasi utama. Kalau suasana aman, pembinaan juga akan berjalan lebih baik,” ujar Ibnu Wibowo, dikutip pada Jum’at,16/10/2026.

Pengamanan dan pembinaan berjalan beriringan. Keduanya sama-sama penting agar kehidupan di dalam lingkungan lapas tetap kondusif dan program pembinaan dapat terlaksana secara efektif.

Pembinaan di Lapas Warungkiara tidak hanya soal keterampilan kerja. Aspek kepribadian juga mendapat perhatian besar. Warga binaan dibimbing melalui kegiatan keagamaan seperti belajar mengaji dan program nyantri. Mereka juga diberi kesempatan menempuh pendidikan nonformal.

Untuk menjaga kesehatan fisik, tersedia kegiatan olahraga seperti bola voli, sepak bola, dan bulu tangkis. Bagi yang memiliki minat seni, tersedia kelompok kegiatan musik. Selain itu, mereka juga dibekali pemahaman hukum, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai tanggung jawab sosial melalui program Kadarkum dan peringatan hari besar nasional.

Aktivitas warga binaan berjalan mengikuti aturan waktu yang konsisten. Sekitar pukul 06.30 WIB, hari dimulai dengan pembangunan, apel, serta pengecekan jumlah penghuni di setiap kamar. Setelah sarapan, kegiatan pembinaan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kembali ke kamar masing-masing. Olahraga bersama dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu. Rutinitas ini membangun kedisiplinan sekaligus memberi ruang agar setiap program pembinaan dapat terlaksana dengan teratur.

Beragam program positif yang berjalan, Lapas Warungkiara menghadapi tantangan besar berupa tingginya jumlah penghuni. Kapasitas yang seharusnya hanya untuk 618 orang, kini dihuni oleh 1.359 warga binaan — atau kelebihan 741 orang. Rinciannya, 1.333 orang adalah laki-laki dan 26 orang perempuan, termasuk satu warga negara asal Malaysia.

Kepadatan ini terlihat jelas di ruang hunian: kamar yang semestinya untuk sekitar 29 orang kini ditempati hingga 80 orang, dan yang berkapasitas 12 orang diisi sekitar 30 orang. Dengan jumlah pegawai sebanyak 84 orang, pengelolaan harus dilakukan secara cermat agar keamanan, ketertiban, dan kualitas pembinaan tetap terjaga dengan baik meskipun ruang terbatas.

Editor: Rinto Wahyudi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini